Alamat Redaksi Ternyata Fiktif, Warga Beri Pengakuan Soal Tabloid 'Indonesia Barokah'
Nasional

Tabloid 'Indonesia Barokah' dilaporkan BPN Prabowo-Sandiaga lantaran dinilai menyebar fitnah dan menyudutkan pasangan nomor urut 02 itu.

WowKeren - Belakangan ini masyarakat digegerkan dengan peredaran tabloid "Indonesia Barokah". Pasalnya, tabloid tersebut telah dilaporkan kepada polisi oleh kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut tim Badan Pemenangan Nasional (BPN), tabloid tersebut penuh dengan fitnah dan tendensi menyudutkan paslon nomor urut 02 itu.

Tabloid ini semakin membuat masyarakat geger lantaran alamat redaksi yang dicantumkan ternyata fiktif alias tidak ada. Dilansir dari Detik, alamat redaksi yang ditulis dalam tabloid "Indonesia Barokah" ini ada di jalan Jalan Kerenkemi, Rawa Bacang, Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Bekasi, Jawa Barat.

Akan tetapi, setelah dilakukan penelusuran, tidak terdapat alamat seperti yang disebutkan dalam tabloid. Warga sekitar juga mengaku tidak pernah tahu ada kantor redaksi tabloid yang menjadi perdebatan ini.

"Sudah banyak yang nyari. Dari kemarin sudah ada empat orang yang nyari juga," jelas salah satu warga sekitar bernama Tati. "Tapi kita enggak tahu yang nyari ini siapa kemarin. Dan kita enggak tahu mereka siapa yang bikin tabloid ini."


Mengenai nama pemimpin umum tabloid ini, Tati juga mengaku tak tahu menahu. Menurutnya, warga sekitar yang bernama Dzulkarnaen di wilayah itu sudah meninggal dunia. Seperti yang diketahui, tabloid ini menuliskan nama pemimpin umum mereka sebagai Moch Shaka Dzulkarnaen.

Sependapat dengan Tati, Ketua RT 007/RW 013 di wilayah tersebut, yakni Sarsono juga tak tahu menahu soal keberadaan kantor redaksi tabloid "Indonesia Barokah" ini. Sarsono menyatakan bahwa alamat redaksi yang dituliskan di tabloid tersebut tak sama dengan yang ada di lapangan.

"Jadi begini, bagi saya, orang yang cantumin ini (alamat) provokator, pengecut, ini fiktif," tegas Sarsono. "Kenapa saya bilang fiktif, karena saya dipilih warga kan jadi biar menjaga keamanan, bisa damai. Kalau tabloid ini kan pengacau negara, sudah melebihi PKI, ini mengacau doang tapi pengecut, enggak berani tampilkan alamat yang jelas."

Tabloid ini berhasil menggegerkan dunia politik menjelang Pilpres 2019 mendatang. Direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sufmi Dasco Ahmad pun menuturkan bahwa tabloid tersebut disebarkan langsung ke rumah-rumah. Menurutnya, isi pemberitaan tabloid tersebut berpotensi memecah belah masyarakat.

(wk/silm)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait