Gagal Temui Risma, Pemilik Stan Hi-Tech Mall Surabaya Dapat Harapan Baru dari Bappeko
Nasional

Para pemilik stan ingin agar mereka tetap bertahan meski kontrak sewa akan berakhir pada 31 Maret mendatang.

WowKeren - Ratusan pemilik toko dan stan Hi-Tech Mall menggelar aksi demo di depan Balai Kota Surabaya pada Senin (18/2). Mereka menolak upaya penggusuran yang dilakukan oleh pihak pemerintah kota (Pemkot) terhadap mall tersebut.

Meski tidak bisa menemui Walikota Surabaya Tri Rismaharini secara langsung, namun sudah ada pihak Pemkot yang berbicara dengan mereka. Para penggelar aksi demo meminta agar mereka bisa tetap bertahan di Hi-Tech Mall meskipun kontrak sewa pengelola sudah akan berakhir Maret mendatang.


Kepala Bidang Penanganan Strategis, Badan Kesatuan Bangsa, Politik (Bakesbangpol) dan Linmas Henry P Simanjuntak mengatakan bahwa setelah kontrak berakhir pada 31 Maret, selanjutnya akan dilakukan serah terima dengan Pemkot pada 1 April. Di hari itu, PT Sasana Boga selaku pengelola akan menyerahkan gedung dalam keadaan kosong.

"Tanggal 1 April 2019 PT Sasana Boga sudah serah terima dengan Pemkot Surabaya," kata Henry di ruang Otoda, balai Kota Surabaya, Senin (18/2). "Saat itu PT Sasana Boga memberikan gedung dalam keadaan baik, bersih, dan kosong."

Meski demikian, perjuangan mereka tak serta merta tanpa hasil. Pihak Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) berjanji akan mempertahankan Hi-Tech Mall. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bappeko Ery Cahyadi.

"Pengosongan itu antara pedagang dengan PT Sasana Boga. Karena dalam kontrak berbunyi ketika masa kontrak habis Sasana Boga harus menyerahkan bangunan dalam keadaan kosong," kata Ery dilansir dari Detik pada Selasa (19/2). "Insyaallah Pemkot dalam rencana pembangunan akan tetap mempertahankan ikon Hi-Tech Mall."

Ery mengatakan bahwa pihak Pemkot sendiri cukup perhatian dengan para pemilik toko maupun stan. Hal itu diwujudkan dengan adanya rencana Pemkot untuk mendatangkan investor yang siap mengelola gedung mall tersebut. Langkah itu diambil sebagai upaya untuk terus mempertahankan ikon Hi-Tech Mall.

"Insyaalah kita akan atur dan bertemu pedagang setelah kontrak berakhir. Karena saat ini masih kewenangan Sasana Boga," jelas Ery. "Dan pemkot pasti akan memperhatikan para pedagang dan akan tetap menjaga ikon Hi-Tech Mall."

You can share this post!

Related Posts
Loading...