PKS Minta Jokowi Buka Fakta Soal 191.000 Km Jalan Desa: Presiden Ngukur Sendiri Juga Nggak Bisa
Instagram/hnwahid
Nasional

Hidayat Nur Wahid mempertanyakan apakah angka itu semua murni hasil kerja Jokowi atau hanya melanjutkan dari yang sudah ada sebelumnya.

WowKeren - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo alias Jokowi menjawab Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang meragukan pembangunan jalan desa sepanjang 191.000 km. Jokowi mempersilahkan bagi siapa saja yang ragu akan angka tersebut untuk mengukur sendiri secara langsung.

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan tanggapan terkait jawaban Jokowi tersebut. Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid menganggap pernyataan Jokowi seperti gurauan. Ia menilai bahwa presiden sendiri belum tentu bisa jika harus mengukurnya secara langsung seperti yang dikatakannya.


"Ini sih ya, hiburan juga," kata Hidayat di Gedung DPR Senayan, Jakarta, kamis (21/1). "Saya kira kalau Pak Jokowi ngukur sendiri juga nggak bisa."

Sebab menurut Hidayat, ini bukan masalah ukur-mengukur. Ia menyarankan agar Jokowi mau membuka fakta yang sebenarnya. Sebab akan lebih baik jika Jokowi memberikan paparan tentang apa saja yang memang sudah benar-benar dibangun olehnya.

"Ini kan bukan masalah ngukur sendiri apa bukan," tegas Hidayat. "Masalahnya adalah di era keterbukaan informasi seperti ini, lebih bagus kalau beliau buktikan saja, apa sih yang betul-betul beliau bangun."

Wakil Ketua MPR RI tersebut mempertanyakan apakah memang benar jalan sepanjang 191.000 km itu murni dibangun oleh Jokowi semuanya. Sebab, bisa jadi jalan-jalan tersebut sudah dibangun sejak pemerintahan-pemerintahan sebelumnya kemudian Jokowi hanya melanjutkan saja. Untuk itu, Hidayat menilai akan lebih baik jika presiden melakukan koreksi sehingga rakyat juga akan mengetahui apa saja prestasi pemerintah.

"Apakah benar bangun 191 ribu km atau sesungguhnya itu melanjutkan yang sudah dibangun oleh presiden-presiden sebelumnya," ujar politikus PKS tersebut. "Bagus kok kalau beliau mengoreksi lagi, rakyat juga enjoy saja."

Hidayat menilai bahwa pernyataan seperti itu tidak seharusnya muncul dalam debat kedua Pilpres. Sebab, debat tidak membahas berapa ribu jalan yang sudah dibangun namun lebih mengenai visi misi untuk Indonesia yang lebih baik.

"Saya kira ini angka-angka yang seharusnya tidak muncul di debat presiden seperti itu," tukas Hidayat. "Debat presiden tidak bicara berapa ribu km yang Anda bangun, tapi tentang visi-misi besar seorang Capres mau apa untuk Indonesia ke depan."

You can share this post!

Related Posts