Din Syamsuddin Nilai Parpol Islam Sekarang Porak Poranda Karena Kejar Kepentingan Duniawi
Nasional

Beberapa partai Islam dinilai Din Syamsuddin sudah memiliki kepentingan politik yang berbeda.

WowKeren - Pemilu 2019 mendatang diwarnai sejumlah ketegangan. Salah satunya adalah adanya perpecahan di antara partai-partai Islam yang ada di Indonesia. Hal tersebut mendapatkan sorotan dari Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin.

Din Syamsuddin menilai adanya perpecahan ini disebabkan karena masing-masing partai Islam di Indonesia tak bisa berkoalisi. Mereka masing-masing sudah memiliki calon presiden yang diusung.


"Partai yang tersisa sekarang, yang berbasis massa Islam, ini susah untuk bersatu, karena partai-partai politik Islam yang secara bersengaja ingin mendasarkan pada Islam," ujar Din Syamsuddin di kantor MUI, Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/2). "Porak-poranda dalam arti jalan masing-masing."

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah ini juga menilai jika partai-partai Islam saat ini terlalu mengejar kepentingan duniawi. Akibatnya, mereka menjadi susah untuk berkoalisi.

"Ya seharusnya mereka kan berkoalisi secara strategis. Apa yang menjadi wawasan Islam tentang pembangunan ekonomi, wawasan Islam tentang pembangunan kebudayaan Indonesia," sambung Din Syamsuddin. "Nah, mereka enggak sempat ke masing-masing, dan terutama dalam hal pencalonan presiden masing-masing sudah punya calonnya."

Din Syamsuddin lantas menyayangkan adanya perpecahan partai-partai Islam di Indonesia tersebut. "Jadi terlalu berat pragmatisme dan kepentingan politik bersifat duniawi. Ini yang dari sudut kami, ormas-ormas ini sangat disayangkan," terang Din Syamsuddin.

Din Syamsuddin menerangkan jika Partai Islam mengalami porak poranda sebagai konsekuensi dari reformasi. Di tahun 1999, ada hampir 200 partai Islam. Namun, kini jumlahnya hanya berkisar 22 partai saja.

"Yang saya maksudkan begini, kekuatan politik Islam formal, partai politik Islam itu sekarang porak-poranda, terutama sebagai konsekuensi logis reformasi," terang Din. "Tahun 1999, di awal reformasi, hampir ada 200 partai Islam oleh tim yang dipimpin Cak Nur. Verifikasi hanya 22 partai Islam dan partai yang tersisa sekarang."

You can share this post!

Related Posts