Kemarahan pria tersebut dipicu oleh dirinya yang hanya diberi sumbangan sebesar Rp 1.000. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Aceh Utara pada Sabtu (11/5).
- Bertilia Puteri
- Senin, 13 Mei 2019 - 09:32 WIB
WowKeren - Sebuah video yang menunjukkan seorang pria marah-marah di sebuah minimarket viral di media sosial. Kemarahan pria tersebut dipicu oleh dirinya yang hanya diberi sumbangan sebesar Rp 1.000. Diketahui, peristiwa tersebut terjadi di Aceh Utara pada Sabtu (11/5).
Awalnya, dua pria yang mengenakan pakaian putih dan satunya mengenakan kaus abu-abu mendatangi meja kasir. Kemudian seorang pria menghardik kasir perempuan yang bertugas. "Rp 1.000 ini kalian kasih, pelecehan ini," ujar pria tersebut.
Akibatnya, beberapa botol minuman yang diletakkan di tas meja kasir tampak berjatuhan. Beberapa orang pun lantas mencoba untuk menenangkan pria yang memakai kaus abu-abu.
Sementara itu, pria yang berpakaian putih terus memprotes uang sumbangan Rp 1.000 tersebut. "Ini pelecehan ini, Rp 1.000 kalian kasih sedekah, bukan untuk kami. Pedagang sayur, ya, pedagang sayur, Rp 100 ribu dikasih," tutur pria berbaju putih tersebut.
Kasat Reskrim Polres Aceh Utara Iptu Rezki Kholiddiansyah mengatakan kasus tersebut sedang ditangani di Polsek Matang Kuli. "Pihak pelaku yang terekam video tersebut bermohon untuk dilakukan mediasi dengan pihak minimarket," kata Rezki.
Untungnya, peristiwa tersebut dapat berakhir damai. Lewat mediasi dengan pihak kepolisian, pria yang mengamuk di kasir minimarket tersebut akhirnya meminta maaf.
Permintaan maaf tersebut disampaikan melalui video yang dibagikan oleh akun resmi Instagram Bidang Humas Polda Aceh pada Minggu (12/5). Pria yang diketahui bernama Jafar Kuba tersebut meminta maaf karena telah menimbulkan keresahan dengan aksinya.
"Saya Jafar Kuba, selaku ketua remaja Masjid Al-Khalifah Ibrahim Matang Kuli, Aceh Utara," tutur Jafar. "Sebelumnya saya mohon maaf kepada semua pihak atas video yang viral di berbagai media dan berita yang mungkin sudah meresahkan masyarakat."
Dalam pernyataannya, Jafar mengaku bahwa aksinya adalah murni kesalahpahaman. Pihak minimarket dan Jafar sendiri sepakat untuk menyelesaikan hal tersebut secara kekeluargaan. Usai menyampaikan permohonan maafnya, Jafar dan perwakilan manajemen minimarket tersebut bersalaman dan berpelukan.
(wk/Bert)