DPD Partai Demokrat Tolak Wacana KLB: PD Masih 'On The Track' di Bawah SBY
Nasional

Sebelumnya, wacana Kongres Luar Biasa digulirkan oleh salah satu senior PD yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD). Wacana ini dinilai tidak tepat.

WowKeren - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta menolak dengan tegas wacana diadakannya Kongres Luar Biasa (KLB). Kongres ini digagas oleh salah seorang senior PD di antaranya Max Sopacua, dengan menamakan Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD).

Penolakan ini disampaikan oleh Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta Santoso. Ia menolak upaya memecah belah PD dengan wacana KLB tersebut. Menurutnya, tidak ada kepentingan mendesak yang membuat PD harus menggelar KLB.


"DPD Partai Demokrat DKI Jakarta menolak keras KLB," kata Santoso di Kantor DPD DKI Jakarta, Jakarta Timur, Sabtu (15/6). "Kami berpandangan tidak ada sesuatu kegentingan yang memaksa sehingga Partai Demokrat harus melakukan KLB."

Santoso menilai bahwa di bawah arahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), PD masih tetap berada di jalur semestinya. Selain itu, syarat-syarat untuk digelarnya KLB juga tidak terpenuhi mengingat SBY tidak berhalangan tetap.

"Namun ketum saat ini Pak SBY tidak berhalangan tetap, dan Ketum Pak SBY juga tidak melanggar aturan dan kepatutan partai," lanjut Santoso. "Karena itulah kami menolak KLB tersebut karena tidak ada syarat yang memenuhi untuk dilakukan KLB."

Sebelumnya, GMPPD mengungkap bahwa KLB perlu digelar sebagai upaya menindaklanjuti menurunnya suara partai. Santoso menegaskan bahwa alasan tersebut cukup mengada-ada. Sebab menurutnya, PD sudah memprediksi bahwa suaranya akan menurun dalam Pemilu yang digelar secara serentak pada 17 April lalu.

Adapun salah satu alasan mengapa suara PD menurun lantaran tidak memiliki calon sehingga tidak ada yang namanya coat tail effect. Akibatnya, suara PD diprediksi hanya bisa mendapat 5 persen. Namun pada kenyataannya, jumlah suara yang didapat justru melebihi angka tersebut.

"Tapi kenyataannya mencapai lebih dari 7 persen," tutur Santoso. "Karena itu alasan tersebut sangat mengada-ada dan hanya mencari sensasi, dan sebatas menggulirkan wacana."

Pembicaraan soal KLB digulirkan oleh Max Sopacua dalam jumpa pers di Jalan Cikini Raya. "Kami tidak desak (DPP) kami memberi gambaran umum DPP, agar tidak tinggal diam. Masa kita banggakan cuma 7,7 persen. Kita pernah 20 persen. 7,7 persen sama dengan 2004," katanya di Jakarta Pusat, Kamis (13/6).

You can share this post!

Related Posts
Loading...