Kementerian Agama Respons Wacana Kominfo Kembangkan Umrah Digital Dengan Traveloka dan Tokopedia
Nasional

Menteri Kominfo Rudiantara menggulirkan wacana untuk menggandeng dua unicorn Indonesia mengembangkan umrah digital. Wacana ini membuat biro umrah di Tanah Air resah.

WowKeren - Wacana Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengembangkan bisnis umrah digital hangat diperbincangkan. Rencananya, Menteri Kominfo Rudiantara akan bekerja sama dengan dua unicorn Indonesia, Traveloka dan Tokopedia.

Wacana ini mendapat tanggapan dari Kementerian Agama. Kemenag menekankan semua pihak terkait mematuhi UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah dan Haji yang baru disepakati Pemerintah dan DPR.


Pada Jumat (19/7) pihak Kemenag telah menggelar rapat dengan Traveloka dan Tokopedia. Rapat ini membahas kesepahaman terkait pengembangan umrah digital. "Hasilnya, ada kesepahaman bahwa pengembangan umrah digital harus berangkat dari prinsip penyelenggaraan umrah dilakukan oleh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU)," kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Arfi Hatim di Jakarta, Sabtu (20/7).

Arfi menuturkan bahwa pengembangan umrah digital ini nantinya akan bersifat opsional. Artinya, masyarakat masih tetap bisa memilih apakah akan mendaftar secara langsung di PPIU ataupun memilih paket PPIU di market place.

Masyarakat yang memilih opsi kedua, tetap akan diberangkatkan oleh PPIU. Sebab walau bagaimanapun juga, baik Traveloka maupun Tokopedia tidak akan menjadi penyelenggara umrah. Aturan ini juga berlaku bagi unicorn lainnya. Di lain sisi, Kemenag mendorong agar PPIU untuk berinovasi memanfaatkan teknologi digital.

"Umrah digital dikembangkan dengan semangat meningkatkan standar manajemen sesuai kebutuhan masyarakat di era digital," tutur Arfi. "Karenanya, PPIU juga dituntut untuk terus berinovasi memanfaatkan teknologi informasi."

Baik Kemenag maupun Kominfo akan terus berkoordinasi untuk mensinergikan kebijakan sesuai dengan lingkup kerja masing-masing. Dalam hal ini, Kemenag berperan mengatur penyelenggaraan umrah sedangkan Kominfo bertanggung jawab untuk mengatur unicorn.

Hal itu dilakukan untuk menciptakan iklim usaha yang terkondisikan. "Kita akan sinkronkan untuk menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus menjamin umat Islam dapat beribadah dengan baik," ujar Arfi.

Sementara itu, wacana ini membuat sejumlah biro umrah resah. Pasalnya, kehadiran dua unicorn dalam bisnis umrah dikhawatirkan dapat mengancam keberlangsungan bisnis travel.

You can share this post!

Related Posts
Loading...