Buntut Mati Listrik Seharian, Seorang Pria di Jakarta Siap Gugat PLN
Nasional

Ketua Forum Warga Jakarta (FAKTA) ini mengaku mengalami kerugian dari segi biaya dan efisiensi waktu akibat pemadaman listrik. Ia pun menuntut PT PLN untuk meminta maaf di hadapan publik.

WowKeren - Padamnya listrik di sejumlah wilayah di DKI Jakarta dan Jawa Barat membuat sebagian warga merasa dirugikan. Atas dasar inilah Ketua Forum Warga Jakarta alias FAKTA, Azaz Tigor Nainggolan, berencana membawa kasus ini ke ranah hukum. Gugatan ini rencananya dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pekan depan.

"PLN nanti kita akan gugat ke PN Jakarta Selatan," kata Tigor saat ditemui di PN Jakarta Pusat, Senin (5/8). "Kan itu kantor PLN ada di (Jakarta) Selatan. Minggu depan ya."

Terkait kerugian yang dialami, ia mengaku harus merugi dari segi efisiensi biaya dan waktu. Selain harus menanggung ongkos yang lebih mahal untuk perjalanan dari Bogor ke Jakarta akibat matinya commuter line, ia pun mengaku mendapat perlakuan tak menyenangkan ketika terjebak di Stasiun Bogor.

"Enggak ada itu (transportasi bantuan), bohong," ungkap Tigor, dilansir dari Suara. "Saya dikirimin foto sama Humas (commuter line), saya tahu Bima Arya (Wali Kota Bogor) dateng jam tiga. Dia cuma ngomong sebentar terus keluar."

"Terus Humas-nya commuter line bilang (akan) kasih bantuan, (tapi) enggak ada," imbuhnya. "Sampai jam sembilan malam. Akhirnya saya dijemput anak saya."


Lebih lanjut, ia menegaskan gugatan yang dilayangkannya bersifat pribadi. Dalam gugatannya, Tigor menuntut jajaran direksi PT PLN untuk meminta maaf di hadapan publik. Selain itu ia pun meminta PLN untuk mengganti kerugian yang dialaminya.

"Saya akan gugat Dirut PLN atau Plt-nya untuk minta maaf kepada saya (karena) saya secara pribadi mengalami," ujarnya. "Jadi gugatan pribadi, simbolik sebetulnya."

"Saya hanya minta PLN dinyatakan bersalah dengan kasus matinya listrik berjam-jam itu," lanjutnya. "Saya meminta PLN minta maaf kepada saya dan ganti rugi Rp 5.000 saja, ongkos KRL Bogor-Jakarta karena saya terhambat."

Sementara itu Plt Dirut PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani mengaku berusaha semaksimal mungkin untuk mengatasi permasalahan ini. Dalam pernyataan terbarunya, Sripeni menargetkan pasokan listrik ke masyarakat akan normal mulai Senin (5/8) malam.

"Mudah-mudahan nanti malam, saya berharap target itu (pasokan listrik kembali normal)," ujar Sripeni di Kantor Pusat PT PLN, Jakarta, Senin (5/8). "Sore nanti jam empat itu akan ada dua unit PLTU akan masuk, jadi kira-kira seribu megawatt."

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait