Pemerintah Angkat Dokter Gigi Penyandang Disabilitas di Sumbar Jadi CPNS
Nasional

drg Romi Syofpa Ismael dicoret dari daftar peserta yang lolos seleksi CPNS di Solok Selatan, Sumatera Barat. Kisah gagalnya drg Romi ini pun sempat membuat geger masyarakat Indonesia.

WowKeren - Pencoretan nama drg Romi Syofpa Ismael dari daftar peserta yang lolos seleksi CPNS di Solok Selatan, Sumatera Barat sempat membuat geger Indonesia. Banyak pihak menilai pembatalan mendadak itu menunjukkan adanya diskriminasi terhadap kaum penyandang disabilitas di Tanah Air.

Pemerintah pusat pun tak tinggal diam atas isu ini. Sejumlah kementerian ikut turun tangan untuk meluruskan masalah tersebut. Dan upaya ini pun membuahkan hasil hari ini, Senin (5/8). Pemerintah akhirnya memutuskan mengembalikan hak sang dokter sebagai CPNS di Kabupaten Solok Selatan.

Informasi ini pun dibenarkan oleh Deputi V Staf Kepresidenan, Jaleswari Pramowardhani. "Kami merespons masalah ini dengan cepat dan sepakat dokter Romi bisa menjadi CPNS," kata Jaleswari dalam rapat koordinasi di Kantor Staf Kepresidenan, Senin (5/8).

Menurut Jaleswari, kasus ini muncul karena pemerintah daerah setempat salah menafsirkan sehat jasmani dan rohani yang menjadi persyaratan CPNS. Ia pun meminta kasus drg Romi ini menjadi pembelajaran bagi Pemda lain.


Ia juga menegaskan para penyandang disabilitas punya hak dan kesempatan yang sama seperti warga lainnya. "Pemda, BUMD, BUMN wajib mempekerjakan penyandang disabilitas paling sedikit dua persen," tegasnya, seperti dilansir oleh Liputan 6.

Menanggapi putusan tersebut, Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit pun menerimanya. Ia juga berharap agar kasus drg Romi tak terulang di daerah lain.

Sebagai rekomendasi, Nasrul mengusulkan agar Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) menuliskan dengan detail definisi dari sehat jasmani dan rohani. "Supaya tak ada lagi salah tafsir," ujarnya.

Pemulihan status CPNS ini membuat drg Romi berhak untuk ditempatkan di RSUD setempat. Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria pun memastikan dokter penyandang paraplegia itu akan mendapatkan kembali posisinya. "Nanti Romi akan berdinas di RSUD setempat," kata Muzni.

Di sisi lain, seorang dokter gigi bernama drg Lili Suryani dituding menjadi sosok yang bertanggung jawab atas kasus ini. Sidang oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Sumatera Barat menyebut drg Lili sengaja menyebarkan informasi tidak benar demi mendapatkan posisi sebagai CPNS.

(wk/elva)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait