Pernyataan M Nasir yang menyebut bahwa profesor yang tua memberikan manfaat kecil untuk negara mendapat respons keras dari Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi.
- Zodiak Yanuarita
- Selasa, 06 Agustus 2019 - 11:05 WIB
WowKeren - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia M Nasir menyebut bahwa jumlah profesor di Indonesia masih sangat terbatas. Selain itu, rata-rata usia profesor di Indonesia menurutnya sudah tua-tua.
"Jumlah masih sangat terbatas, masih sekitar 5.500. Kita mau tambah lagi (profesor) karena sudah tua semua," kata Nasir di auditorium Unnes, Rabu (24/7). "Saya harap usia 35 atau 40 sudah profesor. Kalau tua itu manfaat untuk negaranya kecil."
Pernyataan itu mendapat respons keras dari Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta Yudian Wahyudi. "Saya sedang mengkritik Menristekdikti yang mengatakan ya 'kalau profesor tua itu manfaatnya untuk negara kurang. Ini sangat berbahaya statement (M Nasir)," kata Yudian di Yogyakarta, Senin (5/8).
Menurutnya, pernyataan semacam itu kurang beretika. Sebab, pada umumnya orang berilmu yang bertambah usianya maka akan semakin matang pula keilmuannya. Yudian menilai bahwa pernyataan Nasir yang menyebut profesor tua kecil manfaatnya untuk negara menunjukkan bahwa Menristekdikti kurang mengerti persoalan. Lebih jauh, ia pun menantang Nasir untuk menerbitkan jurnal.
"Maka saya tantang betul ya, demi Republik lho bukan demi Yogya, jangan salah bapak-bapak. Demi Republik ini, soal akademik," tegas Yudian. "Kalau M Nasir itu lebih dulu terbit di jurnal dalam bidang masing-masing, jurnalnya lebih hebat dari saya dan pengaruhnya lebih hebat dari punya saya, saya turun dari rektor."
Sebagai seorang profesor, Yudian tidak bisa menerima pernyataan Nasir. "Saya berbicara sebagai otoritas, bukan sebagai power, saya profesor, saya tidak terima dibegitukan. Bukan saya orang tua, enggak," sambung Yudian.
Pada dasarnya Yudian tidak masalah jika kader muda didorong untuk cepat menjadi doktor namun tidak mendiskreditkan profesor yang sudah tua. Sebab mencari ilmu tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
"Bahwa dalam bidang ilmu kita tidak boleh tergesa-gesa. Boleh siapkan kader semuda-mudanya, monggo (silakan) ya," tegas Yudian. "Silakan itu, tapi jangan menyebut orang tua kurang manfaatnya untuk negara ya. Itu yang saya keberatan."
(wk/zodi)