Tolak Kenaikan Iuran BPJS, Serikat Buruh Geruduk Kemenkeu
Nasional
Defisit BPJS Kesehatan

Kenaikan iuran BPJS Kesehatan menjadi tuntutan utama massa demonstran dari DEN KSBSI se-Jakarta itu. Di samping itu, mereka juga hendak menyuarakan tiga tuntutan.

WowKeren - Aksi massa sedianya kembali digelar hari ini, Senin (30/9). Tak hanya mahasiswa dan pelajar, serikat buruh pun dikabarkan turun ke jalan juga.

Namun para buruh itu tidak membawa tuntutan yang sama. Pasalnya mereka dikabarkan hendak meneriakkan perihal kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Kompi Brimob Polda Metro Jaya, Iptu Pol Sutarso. Menurutnya kabar rencana penggerudukan kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sudah beredar luas. Aksi ini, jelas Sutarso, diinisiasi oleh Dewan Eksekutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Indonesia (DEN KSBSI) se-Jakarta.

Alhasil sejumlah personel Sabhara dan Brimob pun diterjunkan untuk mengawasi kompleks Kemenkeu. Selain itu terdapat pula tiga unit truk Brimob dan satu unit mobil water canon terparkir di kawasan kompleks.

Menurut Sutarso, sekitar seribu orang menggeruduk Kemenkeu. Oleh karena itu Polda metro Jaya pun menurunkan hingga ratusan personel gabungan Brimob dan Sabhara.


"Kabarnya ada kurang lebih seribu orang," ujar Sutarso, Senin (30/9). "Ini untuk antisipasi buruh yang akan mengarah ke Departemen Keuangan."

Hingga berita ini ditulis, diketahui aksi masih berlangsung. Dilansir dari Detik Finance, para peserta aksi terpantau mengenakan pakaian merah.

Menanggapi hal tersebut, Menkeu Sri Mulyani Indrawati enggan berkomentar. Ia hanya tersenyum sebelum bergegas memasuki mobil untuk meninggalkan Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan usai mengisi sebuah festival literasi.

Di sisi lain, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti, mengaku terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani demo ini. "Dalam hal menangani unjuk rasa, kami selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait," kata Nufransa.

Menurutnya, aksi tak hanya digelar demi menolak kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Demonstran juga menuntut revisi Permenaker 11/2019, revisi Kepmenaker 228/2019, serta meminta penetapan 80 komponen Kebutuhan Hidup Layak (KHL).

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts