Polda Jatim Ungkap Dugaan Penyebab Ambruknya Atap SDN di Pasuruan
Nasional

Dugaan penyebab ini disesuaikan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik Polda Jatim. Di sisi lain, kepolisian telah menetapkan dua kontraktor sebagai tersangka dalam kasus ini.

WowKeren - Penyelidikan kasus ambruknya atap SDN Gentong, Pasuruan, Jawa Timur pada Selasa (5/11) lalu terus digelar. Yang terbaru, Polda Jatim telah menetapkan dua tersangka dalam insiden yang menewaskan dua orang tersebut.

Kali ini kepolisian mengaku sudah mengantongi dugaan penyebab ambruknya atap sekolah tersebut. Dugaan ini disesuaikan dengan hasil laboratorium forensik dari pihak kepolisian. Rupanya atap ambruk lantaran banyaknya penggunaan bahan yang tidak sesuai standar.

Informasi ini disampaikan oleh Direskrimum Polda Jatim, Kombes Pol Gidion Arif Setyawan. Menurutnya ada beberapa bahan yang tidak sesuai dengan standar konstruksi. Lebih lanjut, ungkap Gidion, ada beberapa bahan konstruksi pembangunan gedung yang dikurangi kualitasnya.

"Ini ada dua tersangka, peran masing-masing karena kelalaiannya mereka dalam pelaksanaan pekerjaan dari SD Gentong (tahun) 2012," jelas Gidion di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (11/11). "Yang menurut hasil uji laboratorium forensik ada beberapa ketidaktaatan atau ketidaklaziman dalam pembangunan sebuah konstruksi gedung."


"Misalnya nih ini harusnya kolom ini diisi oleh 4 besi. Besinya kalau sesuai perencanaan itu besi 12 istilahnya besi banci," imbuhnya. "Nah ini salah satu kolom yang salah satu sudut seharusnya diisi ini harusnya 4 menjadi 3."

Tak hanya itu, rupanya dalam perencanaan pembangunan telah dicantumkan penggunaan bahan-bahan berkualitas tinggi. Anggaran yang dialirkan pun sesuai harga bahan berkualitas tinggi tersebut.

Namun kenyataannya yang didatangkan adalah bahan-bahan yang telah dikurangi standarnya. Beberapa aspek yang menjadi "korban" adalah pasir serta galvalum sebagai rangka atap.

"Kemudian ada pasir bahan baku yang hasil pengujiannya tidak sesuai dengan pasir yang direncanakan terkenal paling bagus pasir Lumajang. Ini pasirnya pasir-pasir biasa," ungkap Gidion, dilansir dari laman Detik News. "Kemudian galvalumnya ini galvalum atau rangka rangka baja, rangka baja ringan sebagai reng kemudian itu tempatnya genteng."

Dengan bahan berkualitas rendah seperti itu, menurut Gidion, wajar bila bangunan menjadi tidak kokoh dan rawan ambruk. "Maka kekuatan kosntruksinya ya sudah pasti akan roboh, tinggal nunggu waktu," pungkas Gidion.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts