Presiden Joko Widodo angkat berbicara mengenai berbagai isu yang menyebutkan jika koalisi antara partai politik dengan Pemerintah Indonesia sedang merenggang.
- Ruth Meliana
- Selasa, 12 November 2019 - 12:02 WIB
WowKeren - Presiden Joko Widodo menepis berbagai kabar yang menyebutkan jika koalisi antara partai politik dan Pemerintah Indonesia sedang merenggang. Isu ini muncul setelah Partai NasDem yang merupakan koalisi Jokowi saat Pemilu tiba-tiba melakukan pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan oposisi pemerintah.
Presiden Jokowi lantas menjelaskan jika koalisi hingga kini masih terjalin erat terutama dengan Partai NasDem. Hal ini menurut Jokowi dibuktikan dengan ucapan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang menyampaikan rasa sayangnya terhadap Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Pernyataan Jokowi ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-8 Partai NasDem di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Senin (11/11). Ia menyinggung soal pernyataan Paloh terhadap Megawati saat menyampaikan kata sambutan.
"Apalagi tadi sudah disampaikan juga oleh Bang Surya, betapa sayangnya Bang Surya kepada Ibu Megawati. Coba sahabat sejati saya, yang paling saya sayangi ibu Megawati Soekarnoputri, dia (Surya Paloh) sampaikan," kata Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada Senin (11/11). "Jadi salah besar kalau ada yang menyampaikan koalisi ini sudah tidak rukun, keliru gede sekali. Kita rukun-rukun saja."
Pernyataan Jokowi ini sesungguhnya merupakan lanjutan setelah ia sempat menyinggung soal eratnya rangkulan Surya Paloh dengan Presiden PKS Sohibul Iman pada acara HUT ke-55 Partai Golkar lalu. Kala itu Jokowi dengan cemburu mengaku tidak pernah dipeluk seerat itu oleh Surya Paloh.
Walau begitu, Jokowi mengaku jika tidak ada yang salah dari pelukan Paloh dan Sohibul. Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta ini, rangkulan tersebut merupakan bentuk kepentingan serta kebaikan bangsa dan negara Indonesia.
"Kalau rangkulan itu untuk komitmen persaudaraan, untuk komitmen kerukunan, untuk komitmen persatuan, persaudaraan sebangsa setanah air, apa yang keliru, apa yang salah?," ungkap Jokowi. "Itu bagus sekali."
Jokowi pun mengaku jika dirinya hanya bercanda saat membahas tentang pelukan Paloh dengan Sohibul. Mantan Wali Kota Solo ini lantas meminta semua pihak untuk tidak menanggapi candaannya itu sebagai hal yang serius dengan memberitakan isu-isu kerenggangan.
(wk/lian)