Kominfo Beberkan Ribuan Hoaks Sejak Agustus 2018-November 2019, Apa Saja?
Nasional

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) telah mengidentifikasi ribuan kabar bohong alias hoaks sejak Agustus 2018 hingga November 2019. Apa Saja?

WowKeren - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pihaknya telah menemukan ribuan kabar bohong alias hoaks dalam setahun belakangan ini. Tercatat, total telah ditemukan hoaks sebanyak 3.901 sejak Agustus 2018 hingga November 2019.

Sementara itu di bulan November 2019 ini, Kemenkominfo menemukan setidaknya 260 hoaks. Data tersebut teridentifikasi oleh mesin Automatic Identification System atau AIS Kemenkominfo.

"Dari penelusuran mesin AIS Kominfo, sepanjang Agustus 2018 sampai November 2019, jumlah hoaks, kabar bohong, berita palsu dan ujaran kebencian meningkat tajam," tulis Plt Kepala Biro Humas Ferdinandus Setu melalui keterangan pers, Senin (2/12). "(Sementara itu) hingga 501 item hoaks pada bulan April 2019."

Ferdinandus Setu menjelaskan jika hoaks tertinggi ada di bulan April lalu. Pasalnya pada bulan tersebut berbagai hoaks banyak bermunculan seputar pemilu.


Saat itu banyak hoaks yang menyerang calon presiden dan wakil presiden serta partai politik. Tidak sampai disitu, kabar-kabar bohong juga ikut menyerang peserta maupun penyelenggara pemilu seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Hoaks politik yang marak muncul di bulan April," jelas Ferdinandus. "Hoaks didominasi kabar bohong yang menyerang calon presiden dan wakil presiden, partai politik, peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu."

Berdasarkan data Kominfo, hoaks kategori politik yang muncul sepanjang Agustus 2018 hingga November 2019 mencapai 973, kemudian hoaks kategori pemerintahan sebanyak 743, disusul kategori hoaks seputar kesehatan sebanyak 401 hoaks, dan 307 hoaks untuk jenis lainnya.

Tak hanya itu, Kominfo juga menemukan 242 hoaks fitnah, 216 hoaks Internasional. Sementara itu sisanya merupakan hoaks seputar bencana alam, agama, penipuan, mitos, perdagangan, dan pendidikan.

Kini Tim AIS terus melakukan pengaisan, identifikasi, verifikasi, dan validasi terhadap seluruh konten yang beredar di platform digital. Tim AIS sendiri dibentuk oleh Kominfo pada Januari 2018 silam guna mengawasi konten-konten yang berkembang di media sosial.

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait