Peneliti Prancis Diduga Dideportasi Usai Beber Data Karhutla RI, Imigrasi Cek Kebenaran
Nasional

Beberapa rekannya menduga bukan suatu kebetulan David dideportasi sebulan setelah CIFOR menerbitkan perkiraan kerusakan karhutla Indonesia tahun 2019, yang melebihi data pemerintah.

WowKeren - Seorang peneliti sekaligus ahli ekologi dari Prancis bernama David Gaveau dikabarkan mendadak dideportasi. Sebelumnya, David disebut-sebut telah menerbitkan hasil penelitiannya mengenai data kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Dalam laporannya itu, data kerusakan karhutla yang terjadi selama 2019 jauh melebihi angka pemerintah. Oleh sebab itu, pihak keimigrasian melakukan pengecekan untuk memastikan benar-tidaknya deportasi tersebut.

Berdasarkan penuturan Kepala Sub Bagian Humas Sekretariat Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkumham Achmad Nur Saleh, tidak ada laporan deportasi. "Nggak ada informasi deportasi terkait nama itu di kantor Imigrasi Bogor," kata dia dilansir detikcom, Jumat (14/2).

Upaya pengecekan pun juga dilakukan di imigrasi tingkat pusat. "Untuk permohonan data sudah dilakukan, tapi belum kami dapatkan informasi lagi," tutur Achmad.


Kabar deportasi tersebut diunggah pada situs sciencemag.org pada Rabu (12/2). David mendadak meninggalkan Indonesia pada 28 Januari lalu, setelah tinggal dan bekerja di Indonesia selama 15 tahun.

Sementara itu, pihak Imigrasi RI disebut meminta David untuk meninggalkan Indonesia karena masalah pelanggaran visa. David merupakan peneliti rekanan Center for International Forestry Research (CIFOR) di Bogor Jawa Barat.

Meski David tidak berkomentar mengenai alasan mengapa ia meninggalkan Indonesia, beberapa rekannya menduga bahwa bukan suatu kebetulan David dideportasi sebulan setelah CIFOR menerbitkan perkiraan kerusakan kebakaran hutan di Indonesia tahun 2019, yang mana jumlah kerusakan yang diterbitkannya melebihi data pemerintah.

Sejumlah pihak menilai kepergian David menunjukkan indikasi ketegangan yang meningkat antara pemerintah RI dengan komunitas ilmiah. Dilansir dari sciencemag.org, dalam beberapa tahun terakhir, beberapa peneliti yang mempelajari kerusakan lingkungan akibat pembangunan dan kebakaran menghadapi tekanan pemerintah. Beberapa bahkan harus kehilangan pekerjaan dan hak mereka untuk tinggal.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts