Ketua Komisi Hukum Majelis Umum Indonesia (MUI) HM Baharun menanggapi isu tanda-tanda kiamat yang dikaitkan dengan kosongnya Ka'bah usai Arab Saudi menangguhkan kegiatan umrah karena Corona.
- Bertilia Puteri
- Sabtu, 07 Maret 2020 - 08:27 WIB
WowKeren - Pemerintah Arab Saudi diketahui menangguhkan kegiatan umrah sebagai upaya penanggulangan wabah virus corona (Covid-19). Kawasan Masjidil Haram pun disterilkan, baik dari warga Saudi maupun dari jemaah luar negeri.
Hal ini membuat area di sekitar Ka'bah yang biasanya dipenuhi oleh lautan manusia menjadi kosong. Foto-foto kosongnya area sekitar Ka'bah pun ramai diperbincangkan di media sosial. Salah satu hal yang dikaitkan warganet dengan kosongnya area tawaf di depan Ka'bah adalah isu kiamat.
Menanggapi isu tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun angkat bicara. Ketua Komisi Hukum MUI HM Baharun membenarkan bahwa Nabi Muhammad SAW memang pernah mengungkapkan tanda-tanda kiamat. Hal ini pun tertulis dalam hadis sahih dari kitab Al-Arba'in karya Imam An-Nawawi.
"Pertama harus diyakini bahwa tidak seorang pun, termasuk Nabi SAW sendiri yang mengetahui saat kiamat itu. Namun tanda-tandanya sudah dilukiskan dalam 'Hadis Jibril', yaitu ketika Malaikat Jibril bertanya kepada Nabi tanda-tanda Kiamat," jelas Baharun dilansir Kumparan pada Sabtu (7/3). "Dijawab oleh Rasul, pertama jika kelak ada 'budak melahirkan majikan', artinya anak yang dilahirkan jadi majikan orang tuanya (berbalik melawan orang tua), kedua jika ada orang miskin pengembala bertelanjang dada tanpa alas kaki tiba-tiba berlomba membangun gedung-gedung bertingkat (orang miskin kaya mendadak)."
Menurut Baharun, kedua tanda besar tersebut yang menjadi pegangan utama untuk melihat tanda-tanda datangnya kiamat. Sementara itu, kondisi Ka'bah yang kosong sendiri dinilai Baharun tidak masuk dalam tanda-tanda kiamat yang umum diungkapkan oleh para ulama.
"Adapun riwayat-riwayat tentang tanda 'Ka'bah yang sepi dari orang bertawaf', saya kira tidak masuk dalam hadis yang masyhur dan mutawatir ini," ungkap Baharun. Lebih lanjut, Baharun menyebut bahwa kiamat telah dekat apabila kedua tanda besar tadi muncul merata di seluruh dunia.
"Jika fenomena kedua tanda-tanda kiamat itu sudah merata, maka berdasar ini kiamat sudah dekat," ujar Baharun. "Tanda-tanda lain juga ada selain dua tanda utama tadi. Yaitu turunnya Nabi Isa, kemunculan Imam Mahdi, serta keluarnya Ya'juj dan Ma'juj dan lain sebagainya tanda-tanda spesifik."
Oleh sebab itu, Baharun mengimbau agar umat Muslim tetap fokus beribadah dan tak mengkhawatirkan beragam isu yang beredar. "Saya kira umat Islam tetap saja harus istikamah dengan ibadah dan amal saleh masing-masing tanpa harus gusar dengan kehebohan isu, yang kadang dilebih-lebihkan itu," pungkas Baharun.
(wk/Bert)