Kunjungi Indonesia, Raja Belanda Minta Maaf Atas Kekerasan Masa Lalu
Nasional

Melakukan kunjungan ke Indonesia, Raja Belanda Willem Alexander meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo atas kekerasan masa lalu yang dilakukan oleh negaranya.

WowKeren - Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada Selasa (10/2) hari ini. Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ini disambut langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor.

Dalam kunjungan tersebut, Raja Belanda mengembalikan keris milik Pangeran Diponegoro secara simbolik. Sebelumnya, keris tersebut telah diserahkan oleh Raja Alexander kepada Dubes RI di Belanda I Gusti Agung Wesaka Puja pada 3 Maret lalu.

Selain menyerahkan keris, Raja Alexander turut menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden Jokowi atas kekerasan yang terjadi di Indonesia di masa lalu. Ia turut menyesalkan terjadinya perpisahan yang menyakitkan dan diwarnai dengan kekerasan antara Belanda dan Indonesia pasca proklamasi kemerdekaan.

"Di tahun-tahun setelah diumumkannya Proklamasi, terjadi sebuah perpisahan yang menyakitkan," kata Alexander di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (10/3). (Perpisahan itu) mengakibatkan banyak korban jiwa."

"Selaras dengan pernyataan pemerintahan saya sebelumnya, saya ingin menyampaikan penyesalan saya," sambung sang raja. "Dan permohonan maaf untuk kekerasan yang berlebihan dari pihak Belanda di tahun-tahun tersebut."


Raja Alexander juga mengatakan jika Pemerintah Belanda telah mengakui kemerdekaan Indonesia sejak 2005 silam. Di tahun tersebut, Pemerintah Belanda melakukan kunjungan resmi pertama di Indonesia yang diwakili oleh Menteri Luar Negeri Bernard Bot.

"Pemerintah Belanda telah mengakui secara politik maupun moral sejak 15 tahun lalu," jelas Raja Alexander. "Kami mengucapkan selamat pada Indonesia yang merayakan 75 tahun kemerdekaan 17 Agustus nanti."

Menurut Raja Alexander, sejarah kelam masa lalu antara Belanda dan Indonesia memang tidak bisa dihapus dan wajib diketahui oleh generasi-generasi selanjutnya. Ia juga menyadari jika luka dan kesedihan dari keluarga korban penjajahan tentunya masih terasa hingga saat ini.

Namun, ia berharap kunjungan ini akan menjadi harapan agar hubungan Belanda dan Indonesia dapat bertumbuh bersama dan semakin kuat. Hal ini juga dibuktikan dengan banyaknya para pemuda dari Indonesia yang terus mengenyam pendidikan di negeri kicir angin tersebut.

"Ini menjadi harapan dan tanda bahwa negara yang pernah berlawanan dapat tumbuh dan berkembang bersama," ungkap Raja Alexander. "Membentuk hubungan baru berdasarkan rasa saling menghormati, kepercayaan, dan persahabatan."

"Banyak orang di Belanda yang merasakan ikatan mendalam dengan Indonesia," sambungnya. "Sangat memuaskan juga melihat jumlah pemuda Indonesia yang berminat belajar ke Belanda terus meningkat."

(wk/lian)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait