Perantau Asal Jatim yang Mudik Lebaran Lebih Awal Bakal Dilacak Demi Cegah Penyebaran Virus Corona
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa telah mendapat informasi bahwa banyak perantau asal Jatim yang mudik Lebaran lebih awal dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

WowKeren - Pandemi virus corona (Covid-19) semakin meluas di Indonesia. Hingga Rabu (25/3) kemarin, total jumlah pasien yang dinyatakan positif virus corona telah menembus angka 790 orang.

Para kepala daerah lantas memperketat pemantauan terhadap para warganya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa misalnya, telah mendapat informasi bahwa banyak perantau asal Jatim yang mudik Lebaran lebih awal.


Khofifah mengaku mendapat informasi tersebut dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo 2 hari yang lalu. Oleh sebab itu, Khofifah akan melacak keberadaan para perantau tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Rupanya tahun ini banyak (pekerja migran) yang mudik awal," tutur Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Rabu (25/3). "Ada juga dari Jakarta memberikan beberapa data bahwa sudah mudik awal."

Lebih lanjut, mantan Menteri Sosial tersebut mengaku akan segera melakukan tracing lantaran para perantau tersebut tengah dalam perjalanan. Sebagian besar bahkan disebut telah tiba di daerah asalnya. Khofifah juga mengaku akan melakukan rapid test alias tes massal Covid-19 kepada para perantau tersebut jika alatnya masih tersedia.

"Kalau proporsionalitas itu sudah tercukupi, rapid test itu masih tersedia, maka kami sesungguhnya punya keinginan untuk bisa memberikan rapid test pada pekerja migran asal Jatim," ungkap Khofifah. "Dan mereka yang bekerja di Jakarta."

Nantinya, tutur Khofifah, pihaknya akan mendata terlebih dahulu wilayah asal para pekerja migran tersebut. Setelah data sudah lengkap dan alat masih tersedia, maka mereka akan masuk dalam kategori prioritas untuk menjalani rapid test.

"Saya rasa ini akan menjadi catatan kami, di titik-titik mana yang akan kembali (mudik) dari Jakarta," pungkas Khofifah. "Maka dia akan menjadi prioritas untuk mendapatkan rapid test."

Sementara itu, hingga Rabu (25/3) kemarin, jumlah kasus corona di Jawa Timur telah mencapai 51 pasien. 31 pasien di antaranya berada di Kota Surabaya.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jatim telah mencapai 2542. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Jatim telah mencapai 190 orang.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts