Imbas Corona, Ribuan Perantau Percepat Mudik ke Jawa Tengah
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengamati jika usai merebaknya penyebaran corona di Indonesia, justru ribuan warga Jawa Tengah yang sebelumnya berada di perantauan mudik ke kampung halaman masing-masing.

WowKeren - Agenda [u=https://www.wowkeren.com/berita/tampil/00303192.html[mudik[u] menjelang lebaran turut menjadi perhatian pemerintah di tengah merebaknya wabah corona ini. Bahkan sejumlah pihak telah menyuarakan saran agar pemerintah berlaku tegas jika perlu melarang mudik demi menekan laju persebaran corona.

Meski demikian, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengamati jika usai merebaknya penyebaran corona di Indonesia, justru ribuan warga Jawa Tengah yang sebelumnya berada di perantauan mudik ke kampung halaman masing-masing. Hal ini tentu saja tak bisa dianggap sepele mengingat langkah tersebut justru akan membuat penyebaran virus corona kian masif.


Ia menyebut ada sekitar 80 bus yang mengangkut lebih dari 1.700 penumpang dari Jakarta ke Jepara. Tak hanya itu, sejumlah penumpang yang berasal dari wilayah Jabodetabek juga terlihat turun di terminal yang ada di Jawa Tengah.

"Saya mencermati ada saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke Jawa Tengah. Kemarin saya tahu ada 80 bus yang membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara," kata Ganjar dilansir Kumparan, Kamis (26/3). "Juga terjadi peningkatan penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal di Jawa Tengah."

Lebih detail, Minggu (22/3) ada sebanyak 2.323 penumpang yang turun di Terminal Bulupitu Purwokerto. lalu di Terminal Giri Adipurawa Wonogiri ada sekitar 2.625 penumpang.

Tak hanya di dua stasiun itu, situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, Cilacap, dan lain-lain. Oleh sebab itu, ia meminta agar hal ini juga menjadi perhatian bagi pemerintah daerah terkait. 

"Atas dasar itu maka saya meminta kepada kepala daerah, teman-teman bupati, wali kota untuk mencermati situasi ini," lanjut Ganjar. "Mohon lebih tegas dan ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Data setiap perantau yang pulang tolong, cek kesehatannya, pantau terus."

Ganjar juga menegaskan pada kepala daerah untuk menindak tegas agar masyarakat tidak menciptakan kerumunan. "Sayangi dirimu, sayangi keluarga kita, bersama kita patuhi imbauan pemerintah, agar tidak semakin banyak air mata tertumpah," lanjutnya.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts