Satwa di kebun binatang harus merelakan jatah makanannya berkurang ketika pandemi COVID-19. Bahkan ada kekhawatiran hewan herbivora seperti rusa akan diumpankan ke satwa pemakan daging.
- Elvariza Opita
- Selasa, 28 April 2020 - 13:39 WIB
WowKeren - Bahkan Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoological Garden) terpaksa mengurangi jatah makan satwa selama setidaknya 4 bulan ke depan. Mirisnya, apabila wabah ini masih terjadi, skenario terburuk yang akan diambil adalah hewan herbivora seperti rusa akan menjadi santapan harimau.
Hal ini diungkap oleh Manajemen Komunikasi Bandung Zoological Garden, Sulhan Syafi'i. Menurutnya kebijakan pengurangan jatah pangan ini tetap sesuai dengan Standar Kesejahteraan Hewan (Animal Walfare).
"Untuk makanan hewan satwa kita bisa bertahan dari pertengahan April kemarin," ujar Sulhan, Senin (27/4). "Sampai empat bulan ke depan."
Menurut manajemen, dibutuhkan setidaknya Rp 300 juta untuk makanan per bulan. Pasalnya hewan-hewan karnivora seperti kucing besar (harimau dan singa) cukup mahal karena memakan daging.
Saat ini organisasi Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI) telah mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan kementerian terkait. Harapannya ada bantuan kebutuhan makanan dari pemerintah pusat.
"Kemungkinan terburuknya dari sekian banyak rencana yaitu hewan-hewan herbivora seperti rusa akan dikasih ke harimau," ungkap Sulhan, dilansir dari Detik News. "Tapi itu rencana terburuknya, semoga saja tidak terjadi."
Selain makanan, pihak pengelola harus memastikan pula kebutuhan obat-obatan bagi hewan tersedia selama masa pandemi. Namun ketika ditanya perihal tes Corona untuk satwa dan pekerja, pihak pengelola mengaku belum melakukan.
"Kita belum sampai tes hewan, biarkan dulu yang ada. Karena kan penularannya itu kalau di Amerika dari keeper-nya (penjaga)," katanya. "Kita juga menggunakan standar dari pemerintah jadi semoga tidak ada dan jangan sampai ada yang tertular."
Kondisi memprihatinkan ini juga terjadi di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat. Saat ini taman satwa tersebut dalam kondisi darurat akibat pandemi COVID-19 dan efeknya ratusan hewan yang dimiliki terancam mati kelaparan.
(wk/elva)