Prediksi berakhirnya wabah virus corona terus membuat publik berharap menjadi kenyataan. Seorang ahli epidemiolog Indonesia menyampaikan analisanya terkait akhir wabah tersebut.
- Eva Ayu Rahmawati
- Selasa, 28 April 2020 - 13:52 WIB
WowKeren - Jumlah pasien yang positif terjangkit virus corona atau Covid-19 masih terus naik dan tercatat sudah mencapai lebih dari 8 ribu orang. Kendati angka pasien yang sembuh telah melebihi yang meninggal, namun setiap hari masih ada kasus baru pasien positif Covid-19.
Masyarakat pun terus menantikan berakhirnya wabah Covid-19 dari Indonesia agar bisa kembali beraktivitas dengan normal. Sederet ahli maupun peneliti juga sudah memaparkan berbagai waktu prediksi berakhirnya wabah corona di Indonesia. Kali ini, ahli epidemiolog Indonesia dari Griffith University Australia, Dicky Budiman menjelaskan hasil analisanya.
Rupanya Dicky menilai Indonesia memiliki keuntungan karena menjadi negara kepulauan di tengah pandemi Covid-19. Pasalnya wilayah Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau menjadikan laut sebagai batas alam yang mencegah penyebaran virus corona, sehingga tak perlu menerapkan sistem lockdown.
"Negara kepulauan seperti Indonesia akan memiliki pola khusus tersendiri. Karena adanya batas alam yang dibatasi laut. Ini seperti lockdown natural yang diberikan alam," ungkap Dicky. "Itu yang saya sering sebut sebagai bonus geografi Indonesia dengan adanya kepulauan. Sekat laut ini jadi barrier alamiah untuk beberapa pulau kecil dan jauh."
Kendati begitu, batas alam tersebut masih kurang efektif untuk pulau-pulau besar di Indonesia, terutama Pulau Jawa yang padat penduduk. Akan tetapi, Dicky menilai hal ini bisa menjadi pelajaran untuk pulau-pulau kecil lain dalam mencegah masuknya Covid-19. Jika upaya tersebut dilakukan dengan matang, maka kemungkinan besar Indonesia bisa kembali normal dalam waktu singkat.
"Tentu agak kurang efektif untuk kepulauan besar seperti Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi," jelas Dicky. "Nah, untuk kepulauan-kepulauan kecil hal ini sangat mungkin dimanfaatkan untuk proteksi mereka dengan cara tetap lakukan strategi utama. Sambil memperketat pintu masuk dengan penerapan test trace, isolate (karantina wilayah)."
Sementara itu, Dicky juga sempat menanggapi tentang sistem Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah diterapkan di sejumlah wilayah di Indonesia. Menurut Dicky, harus ada kriteria yang jelas sebelum memutuskan untuk mencabut sistem PSBB.
"Kalau nanti PSBB diangkat (dihentikan), kita harus punya kriteria. Harusnya 100 persen (cakupan tes Covid-19), tapi 90 persen oke lah. Tidak boleh di bawah 90 persen," ujar Dicky. "Orang kontak ini kan ada yang secara sosial ekonomi dia rawan kan. Tidak semuanya orang mampu. Kan penyakit ini tidak ada pilih orang kaya atau miskin."
(wk/evaa)