Tak hanya kehilangan suara dari kalangan umat Islam urban, pengunduran diri Hanafi juga dinilai mengindikasikan arah politik PAN ke depannya yang akan merapat ke koalisi pemerintah.
- Zodiak Yanuarita
- Kamis, 07 Mei 2020 - 20:40 WIB
WowKeren - Putra Amien Rais, Hanafi Rais, menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan DPP Partai Amanat Nasional periode 2020-2025. Hal ini dinilai berpotensi membuat PAN kehilangan suara untuk ke depannya.
Pengamat Politik dari LIPI, Wasisto Rahardjo Jati, menuturkan jika selama ini konstituen PAN sendiri banyak diambil dari kelompok Islam urban. Sehingga ketika Hanafi sudah tak lagi berada di situ maka kemampuan untuk menarik suara dari kelompok Islam urban juga akan melemah.
"Karena selama ini kan konstituen PAN banyak diambil dari kelompok Islam urban," kata Wasisto dilansir CNN Indonesia, Kamis (7/5). "Adanya Hanafi Rais kan adalah upaya menarik massa itu. Selain itu, pak Amien kan juga yang membawa suara mereka ke partai."
Tak hanya kehilangan suara dari kalangan umat Islam urban, pengunduran diri Hanafi juga mengindikasikan arah politik PAN ke depannya yang akan merapat ke koalisi pemerintahan Joko Widodo. Wasisto melihat jika keputusan Hanafi untuk mengundurkan diri dari kepengurusan PAN adalah mengikuti jejak sang ayah.
"Pengunduran Hanafi saya pikir mengikuti jejak ayahnya. Artinya Mas Hanafi juga tidak sepakat dengan kepengurusan PAN yang tidak direstui bapaknya," terang Wasisto. "Pengunduran ini mengindikasikan kalau PAN mau merapat ke koalisi pemerintah."
Seperti diketahui sebelumnya, Amien Rais secara terang-terangan meminta agar pemerintah tidak memberikan legitimasi pada kepengurusan PAN yang baru, yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan.
Sementara itu di lain sisi, Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno menilai jika pengunduran diri Hanafi tidak akan membawa dampak yang terlalu signifikan pada PAN. Bukan tanpa alasan, menurutnya, PAN telah memiliki kekuatan dan struktur politik yang tersebar di berbagai daerah.
"Ke depan memang itu kerugian bagi PAN, tapi kerugian tidak terlampau signifikan," kata dia masih dilansir CNN Indonesia. "Karena biar bagaimanapun PAN sudah terkonsolidasi. Jaringan dan struktur politik masif tersebar di berbagai daerah, kepala daerahnya juga banyak."
(wk/zodi)