Angka kasus positif corona di suatu negara tidak merepresentasikan kenyataan yang sesungguhnya. Pasalnya, total jumlah orang terjangkit corona yang sebenarnya tidak akan pernah diketahui kecuali dilakukan tes kepada seluruh populasi.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 08 Mei 2020 - 12:13 WIB
WowKeren - Jumlah kasus positif virus corona (COVID-19) di Indonesia hingga Kamis (7/5) kemarin telah bertambah menjadi 12.776 pasien. Sedangkan untuk jumlah pasien yang meninggal ada 930 orang, dan pasien sembuh mencapai 2.381 orang.
Meski tergolong cukup tinggi, angka kasus positif tersebut tidak merepresentasikan kenyataan sesungguhnya di Indonesia. Kita tidak akan pernah tahu berapa sebenarnya jumlah keseluruhan orang yang terjangkit corona kecuali dilakukan tes kepada seluruh penduduk Indonesia.
Hingga kini, masih belum ada satu negara pun yang bisa melakukan tes kepada seluruh populasi penduduknya. Pasalnya, alat tes polymerase chain reaction (PCR) sendiri terbatas. Dengan demikian, akan selalu ada bias antara kenyataan dengan data yang diumumkan oleh pemerintah negara- negara.
Melansir situs worldometer, total tes PCR di Indonesia hingga Rabu (6/5) mencapai 128.383. Namun, angka tersebut hanya menunjukkan jumlah spesimen, bukan total orang yang dites lantaran 1 orang bisa dites lebih dari sekali. Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, total warga Indonesia yang dites PCR baru berjumlah 92.976 orang.
Untuk melihat seberapa besar sebaran tes PCR, maka rasio antara total tes PCR dengan populasi penduduk bisa dihitung. Apabila menggunakan satuan per 1 juta penduduk, rasio tes PCR di Indonesia menempati urutan ketiga dari bawah di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya.
Melansir Kumparan pada Jumat (8/5), rumus yang dapat digunakan untuk menghitung rasio tes PCR corona ini adalah (Total Tes PCR / Jumlah Penduduk) X 1.000.000.
Menurut Worldometers, penduduk Indonesia per 6 Mei 2020 mencapai 273.523.615. Sementara itu, tes total tes PCR ada di angka 128.383. Dengan demikian hitungannya menjadi (128.383 /273.523.615) X 1.000.000 = 469.
Rasio ini menunjukkan bahwa Indonesia hanya mampu melakukan tes terhadap 469 orang per 1 juta populasi saja. Berdasarkan penghitungan rumus tersebut, Brunei Darussalam menjadi negara dengan rasio tes PCR tertinggi. Dari 1 juta penduduk, pemerintah Brunei mampu melakukan tes terhadap 33.725 orang.
Sementara itu, Vietnam yang memiliki total tes PCR terbanyak (261.004 tes) rupanya menunjukkan rasio yang lebih rendah dibanding Brunei. Berdasarkan penghitungan rumus tersebut, Vietnam hanya mampu melakukan tes terhadap 2.681 orang dari 1 juta populasi.
(wk/Bert)