Curhatan Waria Jalanan ke Nikita Mirzani, Balik Jadi Laki-Laki Saat Pulkam Hingga Tak Dapat 'Tamu'
Selebriti

Nikita membuat para waria bercerita mengapa memilih pekerjaan ini. Mereka pun curhat soal pengalaman bekerja di jalanan sampai keinginan untuk membahagiakan orangtua di kampung halaman.

WowKeren - Video unggahan Ferdian Paleka di mana ia mengerjai dua waria di Bandung dengan memberikan sembako berisi sampah akhir-akhir ini banyak menjadi pembicaraan. Geram melihat video tersebut, Nikita Mirzani "membalas" dengan mewawancarai tiga waria di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam wawancara itu, Nikita membuat mereka bercerita mengapa memilih pekerjaan ini. Ia juga mengajak masyarakat jangan asal menghakimi, menumbuhkan empati dan toleransi kepada orang lain termasuk waria jalanan.

Nikita menanyakan apakah orangtua para waria ini tahu pekerjaan anaknya. "Tapi ya perlahan demi perlahan kita tenangin hati orangtua. Ya sabar saja. Kita juga enggak selamanya hidup seperti ini. Mudah-mudahan ada mukjizat dari Tuhan," ujar seorang waria yang mengaku bernama Anggi.

Di tengah pandemi seperti sekarang ini, hidup di jalanan tidaklah mudah, termasuk bagi para waria yang ditemui Nikita. Mereka mengungkapkan kalau dalam semalam, mereka pernah tak mendapat satu pun klien.


"Pernah. Sudah kita jalani. Semalam tuh enggak ada tamu seorang pun, kayak kuburan begini," kata narasumber lain. "Udah nunggu doang gitu, enggak ada tamu, pulang?" tanya Nikita. "Iya, paling jam 4 (pagi) pulangnya. Berhubung sekarang puasa, paling jam 2 setengah 3," jawabnya.

"Orangtua enggak tahu, mereka tahunya ngamen saja. Enggak tahu hidup di jalan. Itu pun tahunya ngamen, kita berdandan seperti laki-laki. Enggak berdandan seperti perempuan," Anggi menambahkan.

Sejurus kemudian, Nikita Mirzani mengajak para narasumber bicara dari hati ke hati. "Kalau pulang kampung?" ia bertanya. Suasana lantas menjadi haru. "Pulang kampung, (kami) jadi laki-laki. Rambut diikat pakai baju laki-laki," ungkap Anggi.

Nikita pun menangis dan mengusulkan untuk mencari pekerjaan di kampung, alih-alih di jalanan yang lebih berisiko. "(Saya hanya) pengin membahagiakan orangtua. Kalau seumpama aku mengkhayal tinggi-tinggi, nanti jatuh pasti sakit," kata Anggi. "Sama, pengin pulang kampung," imbuh Nunu diiyakan Arifin.

(wk/dewi)

Follow Berita WowKeren.com di Google News

You can share this post!

Berita Terkait