Geger Surabaya Bakal Jadi Wuhan Kedua Gegara Corona, Pakar Epidemiologi Bilang Begini
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Surabaya disebut-sebut berpotensi menjadi Wuhan kedua apabila laju penularan wabah virus Corona terus meningkat. Begini kata pakar epidemiolog soal hal tersebut.

WowKeren - Ketua Tim Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Jawa Timur, Dokter Joni Wahyudi, sempat mengungkapkan potensi mengerikan Surabaya terkait perkembangan wabah virus Corona. Laju penularan yang begitu tinggi membuat Joni menduga Surabaya tak ubahnya Wuhan, pusat episentrum pertama pandemi Corona.

"Ini luar biasa, luar biasa penularannya di Surabaya," tutur Joni pada Rabu (27/5) kemarin. "Ini tidak main-main. Kalau tidak hati-hati, maka Surabaya bisa jadi Wuhan."


Analisis Joni ini pun menuai tanggapan dari epidemiolog dari Universitas Griffith, Dicky Budiman. Berbeda dengan pernyataan direktur RSUD dr Soetomo itu, Dicky meyakini Surabaya masih jauh dari potensi menjadi Wuhan kedua.

Menurut Dicky, jumlah kasus positif di Surabaya masih jauh lebih rendah daripada di Wuhan ketika tengah dalam puncak wabah. Namun demikian Dicky membenarkan bahwa situasi Surabaya saat ini begitu pelik, apalagi karena jumlah kasus positifnya terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan bila dibandingkan dengan daerah lain.

"Surabaya memang dalam situasi tidak aman dan (kasus) cenderung meningkat," ujar Dicky, Rabu (28/5). Satu hal yang sangat ia soroti adalah munculnya klaster-klaster kasus baru setelah mudik Hari Raya Idul Fitri kemarin.

Selain itu, Dicky juga sangat menyoroti rendahnya tingkat kesadaran warga Surabaya terhadap bahaya COVID-19. Hal ini tampaknya benar adanya karena pandemi Corona yang kian gawat tak menyurutkan niat warga Surabaya untuk berkerumun di salah satu pasar.

Namun Dicky optimis Surabaya tak akan menjadi Wuhan kedua karena sejauh ini angka reproduksi atau R0 Surabaya masih di level 1,6. Sedangkan di Wuhan nilai R0-nya bisa mencapai 3 sampai 5.

Tetapi tentu saja angka reproduksi ini bisa meningkat apabila masyarakatnya masih bandel tak mematuhi protokol kesehatan yang berlaku. Selain itu Dicky juga meminta pemerintah setempat untuk lebih agresif dan masif dalam melakukan pelacakan, pemeriksaan, dan perawatan terhadap pasien terpapar Corona.

Di sisi lain, hari ini Jawa Timur kembali menjadi "juara 1" provinsi dengan tambahan kasus positif terbanyak. Dari 687 kasus positif hari ini, sebanyak 171 diantaranya berasal dari Jatim, meski angka ini berkurang dari hari sebelumnya.

Tak hanya itu, Surabaya pun belum lama ini menyabet "gelar" sebagai kota/kabupaten dengan kasus positif Corona terbanyak di Indonesia. Pasalnya hingga hari ini saja total ada 2.300 kasus positif COVID-19 di Surabaya.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts