Erick Thohir Pastikan BUMN 100 Persen Siap New Normal
Instagram/erickthohir
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan jajaran BUMN sudah melakukan pemetaan terkait BUMN mana saja yang memungkinkan untuk melakukan jaga jarak dalam bekerja

WowKeren - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebutkan jika secara keseluruhan jajaran BUMN siap menyambut era new normal. Meski ia tidak memungkiri ada BUMN yang terlambat dalam menyetorkan skemanya.

Jatuh tempo pengumpulan skema tersebut harusnya tanggal 25 Mei. "Setelah 27 Mei sudah 100 persen BUMN siap dengan protokol untuk menghadapi new normal. Walaupun delay 2 hari karena harusnya tanggal 25, biasalah orang Indonesia," kata Erick di kantornya, Kamis (28/5).


Setiap BUMN telah menyusun protokol penanganan virus corona. Yang mana, hal tersebut tak hanya terbatas pada proteksi human capital seperti karyawan, pelanggan, pemasok, dan mitra bisnis.

Dalam new normal itu nantinya sistem kerja juga akan mengalami perubahan dari sebelumnya. Ia mengatakan jika jajaran BUMN sudah melakukan pemetaan terkait BUMN mana saja yang memungkinkan untuk melakukan jaga jarak dalam bekerja.

"Jadi new normal di BUMN memang cukup lebar kalau kita lihat, mau tidak mau nanti sistem bekerja tidak seperti hari ini," kata Erick dalam webinar, Selasa (26/5). "Kita sudah me-mapping bisa beberapa BUMN harus dilakukan dengan jaga jarak, jaga jaraknya bahkan long distance dengan digital ini harus kita lakukan."

Sebaliknya, ada BUMN yang sulit untuk menerapkan jaga jarak. Misalnya seperti di bandara. Jika sudah seperti ini maka protokol kesehatan harus benar-benar diterapkan secara ketat.

"Karena ada BUMN yang tidak bisa mengikuti, protokol benar-benar dilakukan," lanjut Erick menjelaskan. "Contoh saja di airport kalau masyarakat harus ada di airport tidak mungkin dilepas seperti itu, tentu dengan protokol yang baik."

Begitu juga dengan sistem transportasi untuk angkutan darat. Menurutnya, hal ini akan menjadi sorotan terutama ketika PSBB mulai dilonggarkan.

"Seperti di kereta kalau kebuka PSBB yang menjadi sorotan terbesar pasti transportasi darat," ujar Erick. "Bagaimana mengatur, bagaimana masyarakat bisa nggak ngantrenya 1 meter, duduk keretanya kita ada silang-silang, tapi begitu antrenya problem.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts