Hindari Kerumunan, Setiap Jemaah Salat Jumat Di Kauman Diberi Kantong Plastik Untuk Tempat Sandal
Nasional
Skenario New Normal COVID-19

Masjid Agung di Semarang memberikan kantong plastik untuk tempat alas kaki pada setiap jemaah salat Jumat yang datang guna mencegah kerumunan setelah selesai ibadah.

WowKeren - Masjid Agung Semarang atau Masjid Kauman kembali menggelar ibadah salat Jumat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19. Mengutip dari Kumparan, petugas keamanan masjid tak sungkan untuk menegur puluhan jemaah berdatangan tanpa mengenakan masker. Suhu tubuh setiap jamaah yang datang juga diperiksa.

Sementara itu, dalam pelaksanaan salat Jumat, khotbah disampaikan selama 10 menit. Sebelumnya, takmir juga mengumumkan saat Salat Jumat akan dibacakan Qunut Nazilah pada rakaat kedua.


“Masjid Kauman tidak resmi menggelar ibadah Salat Jumat," kata Ketua Takmir Masjid Agung Semarang, KH Hanif Ismail ditemui di ruangannya, Jumat (29/5). "Azan tetap kita kumandangkan, tetapi iqamah hanya menggunakan speaker dalam masjid.”

Hanif juga menerangkan bahwa sebelumnya masjid sudah pernah menggelar salat Jumat namun hanya untuk internal pengurus masjid. Kendati demikian, ia merasa heran karena hari ini jemaah banyak berdatangan.

“Nah ini kok ramai juga, tidak ada pengumuman. Mungkin spontan karena pada rindu. Tapi kami antisipasi. Protokol kesehatan pasti ada,” ungkap Hanif. Di sisi lain, rupanya gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo sempat mengunjungi masjid tersebut untuk melihat kesiapan pelaksanaan new normal.

Pengelola masjid mengaku sudah siap menghadapi itu. Bahkan sebelum pelaksanaan salat Jumat, petugas juga memberikan kantong plastik untuk menyimpan alas kaki para jemaah. Hal ini dilakukan demi mencegah kerumunan saat mengambil kembali alas kaki.

“Itu tujuannya juga pencegahan, jadi biasanya kan jemaah kalau saat akan masuk dan keluar itu gerudukan," papar Hanif. "Nah kami berikan plastik untuk tempat sandal jadi kalau selesai salat ya langsung bubar tidak berkerumun saat ambil alas kaki.”

Kini, pihaknya menunggu Tausiah lebih lanjut dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng terkait pelaksanaan ibadah di tengah pandemi Corona. "Ke depan kita lihat perkembangan, yang pasti untuk pelaksanaan salat jemaah kami ada dan mengindahkan protokol kesehatan,” pungkas Hanif.

(wk/lail)

You can share this post!

Related Posts