Kemenkeu Prediksi Angka Kemiskinan Melonjak Akibat COVID-19, Pulau Jawa Tertinggi
Reuters/Beawiharta
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Penambahan angka kemiskinan disebabkan karena banyaknya aktivitas ekonomi yang terganggu khususnya di pulau Jawa, yang mana hal ini tak lepas dari adanya PSBB.

WowKeren - Angka kasus positif corona yang terus bertambah menimbulkan ancaman bagi perekonomian Indonesia. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) Kementerian Keuangan memproyeksikan pandemi ini akan menambah jumlah kemiskinan di Indonesia.

Saat ini, wilayah yang menjadi pusat penyebaran virus corona dengan jumlah kasus tinggi adalah Pulau jawa. Sehingga diperkirakan penambahan angka kemiskinan akan terjadi di Pulau Jawa.


Direktur Dana Transfer Khusus DJPK Putut Hari Satyaka mengatakan jika penambahan angka kemiskinan disebabkan karena banyaknya aktivitas ekonomi yang terganggu. Hal ini tak lepas dari penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang berbuntut pada penurunan ekonomi di beberapa wilayah, terutama yang berkaitan dengan sektor pariwisata.

"Dengan adanya pembatasan sosial distancing, maka aktivitas ekonomi seperti pariwisata hampir tidak ada aktivitas," kata Putut dalam video conference seperti dilansir CNBC Indonesia, Jumat (29/5). "Dengan dampak yang cukup berat, memang potensi kemiskinan di Jawa, Bali, Sumatera, Sulawesi, dan Kalimantan akan meningkat."

Berdasarkan APBN 2020, target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini adalah 5,3 persen. Namun harapan itu sirna ketika pandemi corona menyerang. Penurunan pertumbuhan ekonomi tak hanya dialami oleh Indonesia namun juga banyak negara lain di dunia.

Di Indonesia, pertumbuhan ekonomi diperkirakan berada di level 2,3 persen dengan skenario berat. Sementara untuk skenario sangat berat potensi pertumbuhan ekonomi bisa mencapai minus 0.4 persen.

Untuk Pulau Jawa, Putut mengatakan jika potensi peningkatan angka kemiskinan dengan skenario sangat berat bisa mencapai sekitar 2,13 juta orang. "Paling berat di Jawa sebab episentrum COVID memang paling berat di Jawa. Bukan berarti daerah lain nggak dapat dampak yang berat, Sumatera berat," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan jika pandemi bisa memicu penambahan angka kemiskinan di negeri. Ia memprediksi jika akibat pandemi ini, akan ada sebanyak 50 juta orang Indonesia yang bergerak ke garis kemiskinan. Meski demikian, jumlah ini masih belum pasti.

(wk/zodi)

You can share this post!

Related Posts