Surabaya 'Cuma' Urutan ke-4, Ternyata Kota Ini Yang Catat Kasus Positif Corona Terbanyak
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Kota Jakarta Pusat menduduki puncak urutan kabupaten/kota dengan jumlah kasus positif Corona terbanyak per 100 juta penduduk. Berikut daftar selengkapnya.

WowKeren - Selama ini Surabaya dikenal sebagai daerah yang dikhawatirkan bakal menjadi hotspot wabah virus Corona. Sebab beberapa waktu lalu sempat terungkap laju penularan sampai tingkat serangan virus Corona di Surabaya merupakan yang tertinggi se-Indonesia.

Namun rupanya Surabaya bukanlah kota dengan jumlah kasus positif COVID-19 terbanyak di Indonesia. Adalah Jakarta Pusat yang mencatatkan jauh lebih banyak kasus positif Corona daripada Surabaya, seperti dilansir oleh Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Dewi Nur Aisyah.


Berdasarkan update data per Minggu (5/7), Kota Jakpus mencatat sebanyak 263,14 kasus positif per 100 ribu penduduk. Di urutan kedua adalah Kota Makassar dengan 245,33 per 100 ribu penduduk, disusul Kota Jayapura dengan 242,53 per 100 ribu penduduk, Kota Surabaya dengan 230,97 per 100 ribu penduduk, serta Kota Banjarmasin di urutan kelima dengan 214,32 per 100 ribu penduduk.

Ada kota/kabupaten dengan kasus positif Corona tertinggi se-Indonesia, tentu ada pula yang terendah. Kabupaten Labuhan Batu menjadi daerah dengan insiden kasus terendah, yakni hanya 0,2 kasus positif per 100 ribu penduduk.

Namun walaupun Surabaya tak menjadi urutan pertama, Kota Pahlawan itu malah menempati posisi puncak kategori kota/kabupaten dengan angka kematian tertinggi per 100 ribu penduduk. Indeks kematian akibat Corona di Surabaya per 100 ribu penduduk mencapai 17,80, beberapa poin lebih tinggi ketimbang Banjarmasin (16,27), Manado (14,58), Palangkaraya (12,33), dan Jakarta Pusat (12,27).

Lantas apa arti dari angka-angka ini? Dewi menjelaskan angka ini, terutama dari segi angka kematian, merupakan salah satu indikator untuk menentukan zona wilayah Corona di Indonesia.

"Dalam menentukan warna, intinya kita membuat zonasi wilayah," terang Dewi di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta, seperti dilansir CNN Indonesia, Rabu (8/7). "Ini untuk mengukur risiko di sebuah wilayah, seberapa rendah, sedang, atau tinggi risiko."

Memang saat ini tingkat kematian akibat Corona di Jawa Timur, termasuk Surabaya, masuk golongan tertinggi di Indonesia. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya sendiri sudah mengungkapkan setidaknya 3 alasan mengapa tingkat kematian itu begitu tinggi.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts