Pemerintah Galakkan Kampanye 3 M Demi Tekan Corona, Apa Itu?
Nasional
COVID-19 di Indonesia

Anggota Tim Komunikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Tommy Suryopratomo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat rancangan selama lima ke bulan untuk menyukseskan gerakan 3 M ini.

WowKeren - Angka kasus virus corona (COVID-19) di Indonesia masih terus mengalami peningkatan. Pada Minggu (9/8), Indonesia melaporkan 1.893 kasus COVID-19 baru, sehingga total jumlah pasien positif di Tanah Air kini telah mencapai 125.396 orang.

Pemerintah pun terus melakukan sejumlah upaya untuk menekan angka penularan COVID-19. Salah satunya adalah dengan mengkampanyekan program 3 M kepada masyarakat, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

"Selama lima bulan berbagai macam cara sudah diupayakan. Kita sampaikan informasi oleh relawan di media center, media sosial, SMS blast, kita lihat di masyarakat yang terjadi mereka paham 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ungkap anggota Tim Komunikasi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Tommy Suryopratomo, pada Minggu (9/8). "Tapi ada mereka yang tahu tapi tidak dilakukan, ada yang paham tapi tidak mau menerapkan (3 M), ada yang paham tapi tidak disiplin, ada yang paham tapi justru abai dan mendatangi kerumunan."

Oleh sebab itu, Suryopratomo menilai dibutuhkan adanya komunikasi publik yang baik di samping pemberian edukasi dan sosialisasi masif kepada masyarakat. Dengan demikian, perubahan perilaku dapat tercipta dan penularan virus corona dapat ditekan.

"Harus dilakukan bersama secara serentak di semua level baik pusat sampai daerah sampai RT/RW jadi gerakan kita harus edukasi bersama karena sudah harus ada penindakan dengan terbitnya Inpres aparat mempunyai kewenangan," ujar Suryopratomo. "Kita juga membuat protokol agar orang sadar pergi ke pasar, kantor, mal, pakai kendaraan umum apa yang boleh dan tidak ini ujungnya yang kita perlukan, tidak bisa oleh hanya kelompok kita."


Lebih lanjut, Suryopratomo juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuat rancangan selama lima ke bulan untuk menyukseskan gerakan 3 M ini. Nantinya, masing-masing gerakan akan dikampanyekan secara masif setiap bulannya.

"Kami harap dalam lima bulan ke depan Agustus sampai Desember ada gerakan bersama dengan komunikasi publik menggunakan semua perangkat dari pusat, daerah, sampai presiden memberikan gerakan luar biasa," tuturnya. "Harapan kita perubahan perilaku menjadi pedoman dan jadi lifestyle (gaya hidup)."

Pada bulan Agustus ini, Satgas Penanganan COVID-19 disebut akan fokus menggalakkan gerakan memakai masker kepada masyarakat. Lalu pada September, Satgas Penanganan COVID-19 akan menggencarkan kampanye cuci tangan dengan sabun.

Kemudian kampanye menjaga jarak aman akan dilakukan pada bulan Oktober. Sedangkan pada bulan November dan Desember, Satgas Penanganan COVID-19 akan mengkampanyekan gerakan 3 M di masyarakat dengan memanfaatkan hari nasional mulai dari hari pahlawan hingga hari ibu.

"Gerakan 3 M ini perlu kita lakukan, Pak Doni Monardo sudah sampaikan di pusat daerah juga di BUMN kita harapkan bisa ikut membantu di billboard untuk salah satu kampanye berkaitan 3 M," pungkasnya. "Billboard yang ada bisa dipenuhi kampanye bukan hanya menarik tapi tematik sesuai keunikan, dan menggunakan bahas yang orang kena."

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts