Beda Jenis Beda Rasa, Kenali 8 Daging Yang Kerap Digunakan Untuk Steak Agar Tak Bingung!
Kuliner

Daging steak yang disajikan oleh restoran memiliki jenis daging yang berbeda-beda. Jenis daging akan menentukan rasa, teknik memasak dan yang terutama harga dari menu daging steak yang ingin kita pesan.

WowKeren - Banyak dari kalian pasti sudah mengenal steak sebagai satu kuliner yang cukup populer. Steak merupakan potongan daging yang dipanggang dan dibumbui. Daging steak yang disajikan oleh resto-resto steak memiliki nama-nama yang menyiratkan jenis daging yang digunakan serta kekhasannya masing-masing.

Jenis daging steak disini maksudnya adalah bagian otot sapi dari mana daging steak tersebut berasal. Jenis daging akan menentukan rasa, teknik memasak dan yang terutama harga dari menu daging steak yang ingin kita pesan loh.

Rasa bisa dipengaruhi oleh banyaknya marbling atau sebaran lemak pada daging sapi, keempukan dan serat daging. Oleh karena itu penting sekali mengetahui jenis daging steak dan perbedaannya. Berikut tim WowKeren rangkum 8 jenis daging yang kerap digunakan sebagai steak. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Rib Eye


Rib Eye

Rib Eye termasuk dari delapan bagian utama daging sapi yang biasa dikonsumsi yang merupakan bagian dari tulang iga sapi. Seluruh bagian daging iga ini bisa terdiri dari beberapa iga, mulai dari iga ke 6 sampai dengan iga ke- 12. Rib eye steak adalah potongan dalam bentuk steak, bisa dengan tulang (bone in) atau tanpa tulang (boneless).

Rib eye adalah salah satu steak yang paling populer, juicy dan mahal di pasar. Daging lembut dari bagian rusuk/rib lebih berlemak. Lemak ini yang menyebabkan dagingnya lebih beraroma. Tekstur rib eye cenderung lebih lembut dan lebih banyak lemak daripada jenis potongan daging sapi lainnya. Kondisi tersebut tercipa berkat lemak ekstra yang ada di antara teksturnya.

2. Has Luar (Sirloin)


Has Luar (Sirloin)

Has Luar atau sirloin adalah bagian daging sapi yang berasal dari bagian bawah daging iga, terus sampai ke bagian sisi luar has dalam. Daging ini adalah daging yang paling murah dari semua jenis has, karena otot sapi pada bagian ini masih lumayan keras dibanding bagian has yang lain.

Bukan tanpa alasan, hal ini karena otot-otot di sekitar daging ini paling banyak digunakan untuk bekerja. Biasanya daging ini digunakan untuk membuat steak. Untuk soal rasa, steak sirloin akan terasa lebih gurih karena bagian daging ini terlapis dengan lemak. Selain dimasak menjadi steak, bagian daging ini juga cocok diolah dengan cara ditumis, kukus, serta fried and grill loh.

3. Has Dalam (Tenderloin)


Has Dalam (Tenderloin)

Selain ada sirloin, ada juga daging tenderloin atau bagian has dalam dari sapi. Sesuai namanya, daging ini merupakan bagian terempuk dari seluruh jenis daging sapi lainnya. Keempukan dan kandungan lemaknya yang sedikit menyebabkan harga dari daging sapi ini menjadi sangat mahal.

Bagian ini seringkali menjadi pilihan untuk digunakan sebagai bahan baku steak, sate, rendang atau semur. Kalian juga bisa menemukannya dengan mudah di pasar, cukup bilang jika kalian ingin membeli daging has atau lulur dalam ke penjualnya. Bagian ini paling mudah dikanali karena tidak memiliki serat atau otot di dagingnya.

4. Flank


Flank

Flank dalam bahasa Indonesia disebut sebagai daging sacan. Ini adalah bagian daging sapi yang berasal dari otot perut. Bentuknya panjang dan datar, tetapi kurang lunak. Pada dasarnya bagian daging sapi ini memang lebih keras dibandingkan dengan daging has dan daging iga.

Biasanya daging ini digunakan untuk campuran taco, makanan khas Meksiko, dan bisa juga digunakan untuk membuat steak. Karena teksturnya yang sedikit keras flank biasanya akan dipukul-pukul dulu sebelum dimasak agar empuk. Namun dengan begini, bumbu steak akan cepat meresap ke dalam daging loh.

5. Wagyu


Wagyu

Wagyu sendiri mengacu pada beberapa ras sapi. Satu ras di antaranya memiliki kecenderungan genetik berupa marbling tinggi dan memproduksi lemak tak jenuh berminyak dalam jumlah besar. Sapi wagyu terkenal karena pola marmer pada dagingnya dan kualitasnya.

Selain itu, sapi wagyu juga mendapat perlakuan khusus. Perlakuan khusus yang diberikan kepada hewan sapi ini membuat dagingnya menjadi begitu lembut, berwarna lebih putih dibandingkan daging sapi lainnya dan memiliki kualitas daging yang sangat bagus. Harganya pun cukup mahal karena memang daging sapi ini diciptakan khusus untuk dikonsumsi.

6. T-Bone


T-Bone

T- Bone sesuai dengan namanya adalah daging sapi yang memiliki tulang berbentuk T yang dikelilingi oleh daging pada kedua sisinya. Jadi T-Bone steak adalah gabungan antara tenderloin pada satu sisi dan striploin/short loin yang disatukan oleh tulang yang berbentuk T.

Bagian yang satu ini memang menjadi salah satu steak yang sangat menggiurkan. Selain ukuranya yang relatif besar hampir memenuhi piring, T-Bone Steak merupakan daging steak yang paling lengkap, boleh dibilang istimewa karena ada lapisan lemak, ada daging yang lembut, ada tulang. Teknik memasak yang paling cocok untuk jenis steak ini adalah grilling dan broiling.

7. Brisket


Brisket

Di Indonesia sendiri, bisket sering disebut sebagai sandung lamur. Namun masyarakat umum sendiri mengenalnya jenis daging ini sebagai tetelan. Walaupun cenderung dihindari, terutama bagi kalian yang sedang menjalani program diet dan gaya hidup sehat, namun bagi beberapa orang lainnya bagian ini cukup diminati.

Bagian ini merupakan salah satu bagian daging sapi yang kaya rasa dan berlemak. Ia juga bertekstur lembut.Yang terpenting, harganya juga murah meriah. Tekstur daging sandung lamur yang berlemak dan lembut membuatnya cocok untuk dijadikan makanan yang disajikan dengan kuah. Namun enggak jarang juga daging ini dijadikan steak karena tektur uniknya loh.

8. Chuck


Chuck

Daging chuck merupakan bagian paha atas, bahu, dan punuk sapi. Bagian ini memiliki ketebalan sekitar 2-3 cm. Karena memiliki banyak jaringan ikat, maka saat dimasak daging ini cenderung meleleh dan bisa mengeluarkan aroma yang khas. Umumnya, bagian ini diolah menjadi bakso, semur, atau sup.

Bagian daging ini mempunyai teskturnya yang kenyal. Selain itu bagian ini mempunyai tekstur yang berurat serta kasar sehingga kalian juga memerlukan waktu yang cukup lama untuk membiarkan dagingnya menjadi lebih empuk.

Intip juga artikel ini yuk untuk mengetahui beberapa tips mengolah daging agar rendah kolestrol. Selain itu, kalian juga bisa menyimak artikel ini untuk mengetahui tips menyimpan daging yang melimpah agar awet dan tetap berkualitas.

You can share this post!

Related Posts