7 Hal Yang Perlu Diperhatikan Saat Menata Kamar Bayi, Bisa Berpengaruh Ke Perkembangannya Loh!
pxhere.com
SerbaSerbi

Berbeda dengan menata kamar orang dewasa atau ruangan rumah lainnya, kalian akan membutuhkan pertimbangan yang lebih banyak ketika mendesain ruang tidur untuk si kecil.

WowKeren - Menantikan buah hati lahir adalah hal yang paling mengesankan bagi banyak orangtua, apalagi jika ini adalah kelahiran anak pertama. Menyiapkan segala kebutuhannya adalah momen yang berharga termasuk menata kamar bayi.

Kamar bayi memang butuh perhatian ekstra bagi para orangtua. Bukan tanpa alasan, tidur adalah kebutuhan utama dari bayi, terutama bagi si Kecil yang masih berusia 0-3 bulan. Kebutuhan tidur si Kecil harus dipenuhi untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Berbeda dengan menata kamar orang dewasa atau ruangan rumah lainnya, kalian akan membutuhkan pertimbangan yang lebih banyak ketika mendesain ruang tidur untuk si kecil. Kamar bayi tentu akan berpengaruh pada kualitas tidurnya. Selain itu, mobilitas kamar juga perlu diperhatikan agar tidak menghalangi gerak orang tua. Berikut tim WowKeren rangkum 7 hal yang perlu diperhatikan saat mempersiapkannya. Yuk disimak!

(wk/putr)

1. Lokasi Kamar


Lokasi Kamar
pxhere.com

Hal pertama yang perlu kalian pertimbangkan saat mempersiapkan kamar bayi adalah lokasi kamar tersebut. Kamar bayi sebaiknya berada dekat kamar orang tua. Sehingga ketika bayi menangis pada malam hari, bisa segera ditenangkan. Selain itu, hal ini juga membuat orangtua tak merasa lelah karena jaraknya yang jauh.

Pastikan kamar bayi memiliki suasana yang pas, tidak terlalu lembab atau kering. Posisi yang baik untuk kamar/ruang tidur bayi adalah yang memiliki jendela, yang memungkinkan sirkulasi udara berputar dengan baik, serta sinar matahari bisa masuk.

2. Posisi Ranjang Bayi


Posisi Ranjang Bayi
pexels.com/Pixabay

Jika bingung bagaimana mendekorasi ruang bayi, mulailah dengan menentukan lokasi ranjang bayi. Ranjang bayi sebaiknya tidak diletakkan di pojok ruangan. Ranjang bayi juga tidak boleh diletakkan di dekat jendela, untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan apabila bayi sudah bisa memanjat keluar ranjang.

Sebaiknya, pilih ranjang bayi yang memiliki terali pengaman untuk mencegah si kecil keluar dari tempat tidur. Selain itu, tempat tidur sebaiknya juga tidak terlalu tinggi agar si kecil tetap aman jika sewaktu-waktu terali pengaman tidak berfungsi. Pastikan juga jarak jari-jari jeruji sebaiknya tidak terlalu kecil agar kaki atau tangan tidak terjepit dan juga tidak terlalu lebar sehingga kepala tidak terjepit.

3. Pencahayaan Kamar


Pencahayaan Kamar
pexels.com/Curtis Adams

Pencahayaan terbaik adalah pencahayaan alami dari sinar matahari. Upayakan kamar bayi mencapat sinar matahari yang cukup dengan meletakkan tempat tidur di arah cahaya masuk. Sinar matahari alami penting untuk mematikan mikroba dan menjaga suhu ruangan tidak lembap. Untuk lampu, pilih lampu dengan sinar cukup terang tapi tidak menyilaukan.

Menurut penelitian, bayi lebih mudah tertidur Ketika berada di dalam ruangan yang gelap atau redup. Untuk itu sediakan lampu malam yang aman untuk bayi. Dengan adanya lampu malam, orangtua tak perlu menyalakan lampu ruangan dan membangunkan bayi yang sedang tertidur pulas.

4. Pemilihan Warna Kamar


Pemilihan Warna Kamar
pexels.com/ Emma Bauso

Warna kamar bayi ada baiknya tidak terpaku pada jenis kelaminnya. Kalian justru disarankan memilih warna sesuai usia bayi. Seperti dikatakan Dina Hartadi, ST, pakar desain interior kepada FimelaFamily, bahwa cat fungsinya bukan hanya memperindah ruangan, tapi juga berpengaruh pada pembentukan karakterk anak.

Untuk anak bayi usia 0-12 tahun sebaiknya memilih warna yang netral. Hindari warna yang agresif. Alasannya, karena anak baru lahir lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur. Warna pastel akan membuat anak tidur lebih pulas. Jika kalian memilih menggunakan cat dinding, pastikan juga keamanan cat yang digunakan aman untuk bayi (non-toxic).

5. Sirkulasi udara


Sirkulasi udara
pexels.com/Daria Shevtsova

Kamar bayi sebaiknya memiliki sirkulasi udara yang baik, berjendela dan berventilasi. Para orang tua disarankan untuk membuka jendela saat pagi hari agar sirkulasi udara terjaga. Jika menggunakan AC, atur suhunya agar bayi tidak merasa terlalu dingin. Suhu yang disarankan adalah sekitar 18-22 derajat Celcius.

Sedangkan jika menggunakan kipas angin, pastikan jarak kipas ke bayi kalian cukup jauh sehingga kipas angin dapat mendinginkan ruangan, bukan hanya bayi. Namun tetap diingat, meski sudah menggunakan AC ataupun kipas angin, kamar bayi tetap membutuhkan udara segar oleh karena itu ventilasi dan jendela menjadi faktor yang harus diperhatikan. Hal ini agar kamar tak lembab dan jadi tempat berkembang biak jamur.

6. Keamanan Dalam Kamar


Keamanan Dalam Kamar
pexels.com/ La Miko

Bayi baru lahir memang tak terlalu banyak bergerak. Namun bayi yang mulai aktif merangkak atau duduk tentu perhatian ekstra. Untuk itu, keamanan kamarnya juga perlu diperhatikan. Gunakan cat dinding yang tidak mengandung toksin serta tirai atau gorden yang tidak memicu alergi.

Selain itu, hindari juga menggunakan lis-lis yang menonjol pada dinding agar tidak membahayakan bayi. Untuk lantai, kalian bisa menggunakan material yang tidak terlalu keras seperti vinil atau kayu parket. Jangan letakkan stop kontak atau kabel terbuka di jangkauan anak. Serta selalu pastikan kunci pagar boks bayi selalu mengunci dengan baik agar tidak mudah terbuka dengan sendirinya.

7. Furnitur Perlengkapan Bayi


Furnitur Perlengkapan Bayi
pexels.com/ Tatiana Syrikova

Umumnya isi kamar bayi tak hanya tempat tidur namun juga lemari baju dan lemari yang bisa menampung mainan hingga kebutuhan dasar bayi. Perhatikan kelengkapan furnitur di kamar bayi agar kalian tak perlu keluar masuk kamar. Sesuaikan ukuran lemari dengan ukuran kamar, jika memungkinkan pilihlah lemari yang dapat digunakan untuk jangka waktu lama dan memiliki banyak kompartemen penyimpanan sehingga bisa menyimpan pakaian bayi tergantung jenisnya.

Jangan terlalu memaksakan menambahkan banyak perabotan di dalam kamar bayi, namun jika memungkinkan pertimbangkan untuk melengkapinya dengan sofa nyaman untuk kamu duduk sambil menyusui atau karpet yang mudah dibersihkan untuk anak bermain. Meski terlihat halus dan lembut, hindari bahan yang berbulu panjang untuk mengurangi risiko penumpukan debu.

Inti juga yuk artikel ini untuk mengetahui beberapa tips yang bisa bantu kalian bikin kamar tidak mudah berdebu. Simak juga artikel ini untuk mengetahui beberapa tips menjaga kualitas udara dalam rumah.

You can share this post!

Related Posts