Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, menilai pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong persiapan sekolah sebelum melakukan pembelajaran tatap muka.
- Bertilia Puteri
- Senin, 28 Desember 2020 - 12:52 WIB
WowKeren - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan hasil survei online yang digelar pada 11 hingga 18 Desember terkait pelaksanaan sekolah tatap muka. Hasilnya, sebanyak 78,17 persen dari 62.448 siswa setuju sekolah tatap muka kembali dibuka pada Januari 2021 mendatang.
"Dari 62.448 responden, mayoritas setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021," ungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Senin (28/12). "Yaitu sebanyak 48.817 siswa atau 78,17 persen dari total responden."
Dari jumlah responden yang setuju sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 tersebut, sebanyak 56 persen di antaranya mengaku sudah jenuh dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mereka juga mengaku kesulitan memahami materi pembelajaran dan melakukan praktikum selama PJJ.
Kemudian sebanyak 6.241 siswa atau 10 persen dari total responden mengaku tidak setuju jika sekolah tatap muka dibuka Januari 2021. Sedangkan 10.078 siswa atau 16,13 persen dari total responden mengaku masih ragu dengan keputusan tersebut.
45 persen dari siswa yang tidak setuju dengan pembukaan sekolah tatap muka beralasan laju pandemi masih tinggi sehingga sekolah dinilai rentan terhadap penularan COVID-19. Lalu ada 40 persen siswa yang tidak setuju karena ragu ragu sekolah dapat menerapkan protokol kesehatan dan standar operasi prosedur secara ketat.
Adapun sebanyak 5,25 persen dari total responden telah melaksanakan pembelajaran tatap muka. Sedangkan 94,75 persen lainnya masih melaksanakan PJJ.
Selain kesediaan siswa mengikuti sekolah tatap muka, survei ini juga mengungkap penerapan protokol kesehatan dan persiapan SOP di sekolah responden yang sudah melaksanakan pembelajaran offline. Hasilnya, 32,69 persen siswa mengaku sekolahnya tak memiliki bilik disinfektan, 8,04 persen mengaku sekolahnya tak memiliki tempat cuci tangan, dan 22,64 persen mengaku belum pernah mendapat sosialisasi terhadap protokol kesehatan.
Oleh sebab itu, KPAI menilai pemerintah pusat dan daerah perlu mendorong persiapan sekolah tatap muka. "Sekolah harus didampingi dan didukung pendanaan untuk menyiapkan infrastruktur dan protokol kesehatan/SOP adaptasi kebiasaan baru (AKB) di satuan pendidikan. Kalau belum siap, sebaiknya tunda buka sekolah pada Januari 2021," pungkas Retno.
(wk/Bert)