Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menyiapkan program belajar alternatif selain tatap muka untuk pembelajaran siswa sekolah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.
- Nidya Putri
- Selasa, 29 Desember 2020 - 11:00 WIB
WowKeren - Sejumlah daerah memutuskan untuk menunda melakukan pembelajaran tatap muka di awal tahun mendatang. Hal ini dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 yang belum terkendali dan kasus baru yang meningkat tiap harinya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pun memberikan program belajar alternatif selain tatap muka untuk pembelajaran siswa sekolah pada semester genap tahun ajaran 2020/2021. Program alternatif ini bertujuan mendukung pendidikan jarak jauh (PJJ).
Adapun program yang mendudukn PJJ adalah program Belajar Dari Rumah (BDR) yang ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk jenjang pendidikan PAUD dan Sekolah Dasar (SD). Tayangan tersebut akan di mulai dari bulan Januari sampai Maret 2021, dari hari Senin sampai Jumat, pukul 08.00 sampai 11.30 WIB. Termasuk akses online di berbagai situs yang disediakan.
"Kami mengingatkan kembali agar kebijakan pembelajaran tatap muka tetap dilakukan secara berjenjang, mulai dari penentuan pemberian izin oleh pemerintah daerah/kanwil/ Kantor Kemenag, pemenuhan daftar periksa oleh satuan pendidikan, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka,” tutur Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikbud, Jumeri, di Jakarta, Senin (28/12). "Tayangan untuk SD mengikuti modul pembelajaran sesuai kurikulum (darurat) dengan mengutamakan pemenuhan kompetensi literasi, numerasi, dan penguatan karakter."
Selain pembelajaran melalui TVRI, tersedia juga tayangan pembelajaran yang bisa disaksikan di TV Edukasi dan Radio Edukasi. Televisi dibawah naungan Kemendikbud tersebut dapat diakses pada satelit Telkom-4 frekuensi 4125/V/5500. Ada juga kanal pembelajaran lewat belajar.id. yang bisa diakses para peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, termasuk melalui aplikasi Rumah Belajar.
Di lain sisi, para siswa sangat setuju dengan keputusan Mendikbud Nadiem Makarim untuk menerapkan kembali sekolah tatap muka pada Januari 2021 mendatang. Hal ini berdasarkan survei yang dilakukan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang digelar pada 11 hingga 18 Desember.
"Dari 62.448 responden, mayoritas setuju sekolah tatap muka dibuka pada Januari 2021," ungkap Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, Senin (28/12). "Yaitu sebanyak 48.817 siswa atau 78,17 persen dari total responden."
Dari jumlah responden yang setuju sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 tersebut, sebanyak 56 persen di antaranya mengaku sudah jenuh dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Mereka juga mengaku kesulitan memahami materi pembelajaran dan melakukan praktikum selama PJJ.
(wk/nidy)