Serba-Serbi Kabareskrim Calon Kuat Kapolri: Mungkin Diumumkan Rabu Wage, Terjegal Isu Minoritas
Nasional
Calon Kapolri Baru

Belakangan isu Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo akan dijadikan Kapolri semakin berembus kencang. Muncul pula isu Surpres penunjukan Sigit akan dilayangkan besok (13/1) saat Rabu Wage.

WowKeren - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis akan memasuki masa purnabakti dalam waktu dekat. Karena itulah, pihak Presiden Joko Widodo mulai menggodok nama-nama yang bisa menggantikan Idham, dengan baru-baru ini Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi kandidat terkuat.

Salah satu yang menguatkan spekulasi ini adalah Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid. Anggota Komisi III DPR RI itu sudah mendengar bahwa Jokowi akan mengajukan calon tunggal meski sebelumnya sempat beredar nama kandidat lain termasuk Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono dan Ketua Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol Boy Rafly Amar.

"Iya, insya Allah satu nama, Pak Listyo Sigit Prabowo. Calon kuat dan pantas," tegas Jazilul, Senin (11/1). "(Tapi) sekali lagi saya menyampaikan ini, tanpa bermaksud mendahului takdir Allah dan ketentuan Presiden."

Terkait dengan kapan Surat Presiden perihal nama calon Kapolri akan dilayangkan ke DPR, tutur Jazilul, ada dua opsi yakni Selasa (12/1) hari ini atau Rabu (13/1) besok. Namun Jazilul kembali mengungkap dugaan bahwa Surpres akan diserahkan pada Rabu yang kebetulan dalam kalender Jawa masuk hari Wage.

Jokowi dan Rabu Wage memang seperti "paket hemat", terutama terkait dengan pemilihan waktu krusial terkait pemerintahan. Yang terbaru, Jokowi sengaja memilih hari Rabu, 22 Desember 2020 yang juga hari Rabu Wage untuk mengumumkan reshuffle Kabinet Indonesia Maju.


"Hemat saya, mungkin Rabu keramat itu, kita tunggu saja," jelas Jazilul, dilansir dari Kumparan, Selasa (12/1). "Semoga yang terbaik yang diusulkan dan dipilih jadi Kapolri. Rabu Wage lebih bagus hitungannya, neptunya sebelas."

Spekulasi perihal Sigit menggantikan Idham rupanya juga sudah sampai ke telinga sejumlah pihak, kebanyakan dari Komisi III DPR RI yang akan melakukan fit and proper test kepada calon Kapolri. "Kita lihat saja, Komisi III hanya mendengar dari Istana," tutur Anggota Komisi III Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan.

Sigit sendiri memang dikenal dengan rekam jejak karier yang memuaskan. Sebelum menjadi Kabareskrim, Sigit pernah menjadi ajudan Jokowi, sedangkan semasa menjabat sebagai Kabareskrim, rekam jejak paling disorot adalah ketika Polri berhasil meringkus Djoko Tjandra yang sudah 11 tahun buron.

Namun naiknya Sigit ke kursi Kapolri diperkirakan akan ramai dengan isu SARA. Pasalnya Sigit merupakan umat Katolik, sebuah fakta yang menurut Anggota Komisi III DPR Achmad Dimyati Natakusumah seharusnya bukan sebuah masalah.

"Kalau menurut saya jangan jabatan-jabatan publik, jabatan polisi tentara terus lainnya itu dikaitkan dengan SARA, jangan itu," tutur Dimyati. "Presiden harus mengambil terobosan, jangan karena minoritas tidak boleh jadi pemimpin, ini bukan dilihat dari situ, dilihat dari kapabilitas kredibilitas."

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts