Kemenkes Ingin WNI di Luar Negeri Tetap Dapat Vaksin, Sebut Sudah Ada Perjanjian
Nasional
Vaksin COVID-19

Kementerian kesehatan mengungkapkan harapannya agar WNI yang tinggal di luar negeri juga mendapat suntikan vaksin dari negara domisili. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

WowKeren - Vaksinasi COVID-19 telah digelar di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Di tanah air, pemberian vaksin mulai dilakukan pada 13 Januari lalu dengan Presiden Joko Widodo sebagai penerima pertama.

Sehubungan dengan hal ini, Siti Nadia Tarmizi selaku juru bicara vaksinasi dari Kementerian Kesehatan mengatakan bahwa warga negara Indonesia (WNI) yang berada di luar negeri juga bisa mendapatkan suntikan vaksin dari negara domisili. Hal ini dikarenakan sebuah negara memiliki kewajiban untuk memberikan vaksinasi kepada penduduk yang tinggal di wilayahnya meski tidak berstatus sebagai warga setempat.

"Dari perjanjian International Health Regulations itu sudah dikatakan bahwa pemberian vaksinasi pada suatu daerah yang mengalami pandemi atau wabah itu menjadi bagian dari kebijakan dari negara tersebut," kata Nadia seperti dilansir dari Kompas pada Senin (25/1).

Nadia memaparkan bahwa virus Corona telah mewabah di hampir seluruh negara dengan risiko mutasi yang bisa berbeda-beda. Karena itulah negara harus melakukan vaksinasi kepada setiap orang tanpa memandang status kewarganegaraannya.


"Jadi tentunya kami mengharapkan WNI di luar negeri ini bisa mendapatkan vaksinasi dari tentunya pemerintah negara setempat," imbuh Nadia.

Kendati demikian, pemerintah Indonesia siap bertanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik jika vaksinasi terhadap WNI yang tinggal di luar negeri mengalami hambatan. Nadia juga meminta mereka untuk aktif melapor jika melalui kesulitan selama prosesnya.

Adapun kebijakan lebih lanjut akan diumumkan kemudian karena Kemenkes akan mendiskusikan masalah ini dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). "Kebijakan-kebijakan dan diskusi yang lebih detail lagi dipimpin oleh Kemenlu terkait vaksinasi bagi WNI di luar negeri. Ini yang sebenarnya sedang kita koordinasikan lebih lanjut," pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah menargetkan vaksinasi menyasar 181,5 juta penduduk di tanah air. Untuk mewujudkannya, pemerintah telah memesan 426 juta dosis vaksin dari berbagai perusahaan internasional. Di samping itu, negara juga menyiapkan 30 ribu vaksinator, 10 ribu puskesmas dan 3 ribu rumah sakit guna mensukseskan program ini.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts