Jadi Perhatian Serius, Presiden Jokowi Tunjuk BKKBN Buat Atasi Masalah Gizi Buruk
Nasional

Indonesia menjadi salah satu negara dengan masalah stunting atau gizi buruk tertinggi di dunia. Sehubungan dengan hal ini, Presiden menunjuk BKKBN untuk mengatasinya.

WowKeren - Gizi buruk atau stunting menjadi salah satu permasalahan serius yang tengah dihadapi Indonesia. Pasalnya Indonesia menduduki peringkat keempat di dunia terkait kondisi stunting pada anak.

Pada tahun 2019, sebanyak 6,3 juta dari 23 juta balita mengalami stunting. Angka ini setara dengan 27,6 persen yang diperkirakan mengalami peningkatan pada tahun 2020 karena pandemi virus Corona.

Sehubungan dengan hal ini, Presiden Joko Widodo telah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk memimpin program luar biasa pemberantasan stunting. BKKBN akan bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh kementerian maupun lembaga guna mengawasi jalannya program dan anggaran dari program tersebut.

"Bapak Presiden memberikan arahan supaya di antara kementerian atau lembaga itu ada 1 yang bertanggung jawab sebagai ketua pelaksana sehingga nanti kalau Bapak Presiden meminta pertanggungjawaban itu jelas siapa," kata Menko PMK Muhadjir Effendy seperti dilansir dari Detik.com pada Selasa (26/1).


"Dan telah diputuskan bahwa sebagai ketua pelaksana dari program luar biasa di dalam penanganan stunting ini adalah di bawah BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional)," imbuhnya.

Muhadjir memaparkan bahwa program luar biasa tersebut bertujuan untuk menekan angka stunting di tanah air hingga 14 persen pada 2024 mendatang. "Karena itu Bapak Presiden memberikan arahan agar ada langkah-langkah luar biasa atau extraordinary," jelasnya.

Persoalan stunting ini menjadi perhatian serius presiden karena berisiko mengganggu sumber daya manusia di masa depan. "Kalau anak atau bayi sudah terlanjur kena stunting pada usia seribu hari awal kehidupan, maka perkembangan kecerdasannya itu tidak bisa optimal sampai nanti dewasa menjadi usia produktif," paparnya.

Terakhir, Muhadjir mengatakan bahwa program luar biasa ini akan didukung oleh beberapa kementerian dan lembaga terkait. "Kegiatan BKKBN akan didukung kementerian-kementerian dan lembaga terkait, terutama yang memiliki kepanjangan tangan kepanjangan kaki sampai di daerah," pungkasnya.

Sementara itu, pemerintah telah menggelontorkan banyak anggaran untuk memberantas stunting di tanah air. Tahun lalu, ada 20 instansi pemerintah yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 27,5 triliun untuk mengatasi masalah ini.

(wk/eval)

You can share this post!

Related Posts