Isu Gaib Dipercaya Jadi Pemicu Dentuman di Malang, BMKG-LAPAN Buka Suara
Nasional

Suara dentuman besar yang terjadi di Malang ramai dikaitkan dengan hal mistis dan gaib. BMKG dan LAPAN akhirnya buka suara dan menjelaskan penyebab dentuman.

WowKeren - Suara dentuman yang terjadi di Malang pada 2 Februari lalu telah memicu kehebohan. Bahkan, fenomena itu dikaitkan dengan isu mistis dan gaib oleh sejumlah orang. Berbagai analisis berdasarkan mistis pun terus bermunculan di akun YouTube, mulai dari Mbah Petruk, perang gaib, dll yang telah ditonton ribuan orang.

Namun, isu tersebut dibantah oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Melalui analisisnya, BMKG memberikan penjelasan ilmiah mengenai penyebab dentuman agar tidak memicu hoaks yang berbahaya bagi masyarakat.

” Saya itu berangkat dari niat baik, harus bisa jawab sebisanya karena kelompok supranatural sudah pada jawab di YouTube,” kata Koordinator Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono seperti dilansir dari Kumparan, Senin (7/2). β€œIni bisa menjadi hal serius, bola salju akan terus menggelinding, dan kami tentu punya tanggung jawab untuk menjelaskan.”

Daryono menjelaskan dentuman berasal dari lapisan inversi yang dikenal sebagai inversi suhu, yakni tertindihnya lapisan udara dingin oleh lapisan udara yang lebih hangat di atmosfer. Lapisan inversi juga dapat membuat suara lebih keras hingga terdengar jauh.

Ibarat kita membunyikan klakson mobil di garasi yang tertutup, tentu lebih keras dibanding bunyi klakson di jalan raya. Ini karena suara terjebak pada ruang sempit. Dalam kondisi inversi suhu, gelombang suara akan dibiaskan ke bawah, dan oleh karena itu dapat terdengar pada jarak yang lebih jauh.


BMKG mengungkap Malang memang menjadi salah satu dari sekian banyak daerah di Indonesia yang rentan dengan terbentuknya lapisan inversi. Hal ini disebabkan karena letak Malang yang dikelilingi pegunungan sehingga dilingkupi inversi suhu pada kondisi tertentu.

Pada saat Malang tertutupi lapisan inversi, cukup dengan kejadian petir yang terjadi didekatnya atau dari tempat lain maka dentuman akan menjalar di sepanjang lembah dan terpantul berulang-ulang. Kondisi ini mirip terbentuknya dentuman seperti dilaporkan sebagian warga Malang beberapa hari lalu.

Penjelasan serupa juga diutarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN). Setuju dengan BMKG jika dentuman Malang berasal dari lapisan inversi, LAPAN menjelaskan dampaknya.

Menurut LAPAN, lapisan inversi menahan pengangkatan udara ke atas (konveksi). Hal ini mengakibatkan terkumpulnya energi di dekat permukaan dan dilepaskan dalam bentuk thunderstorm yang kuat.

Lapisan inversi juga dapat menyebabkan cuaca yang berkabut dan menahan polutan berada di dekat permukaan. Lapisan inversi dapat menyebabkan suara dipantulkan atau dibelokkan sampai ke tempat yang lebih jauh.

(wk/lian)

You can share this post!

Related Posts