Di hadapan Presiden Jokowi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan bahwa ibu kota RI tersebut tak lagi menempati jajaran 10 besar kota termacet dunia menurut Tom Tom Traffic Index di tahun 2020.
- Nidya Putri
- Rabu, 10 Februari 2021 - 08:55 WIB
WowKeren - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan DKI Jakarta sudah tidak semacet tahun-tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan ketika peringatan Hari Pers Nasional 2021 yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.
Dalam kesempatan itu, Anies menyampaikan Jakarta tak lagi menempati jajaran 10 besar kota termacet dunia menurut Tom Tom Traffic Index di tahun 2020. "Izinkan kami juga melaporkan bahwa Jakarta pada tahun 2020 ini keluar dari daftar kota termacet di dunia," kata Anies dalam peringatan Hari Pers Nasional 2021 di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/2).
Sayangnya, sikap Anies tersebut justru menuai kritik dari Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak. Menurutnya, kondisi Jakarta yang tidak macet itu bukan buah dari kebijakan yang dilakukan Anies.
"Kalau dikatakan tidak macet, betul tidak macet, itu kan bukan karena ada usaha yang terstruktur," ujar Gilbert dilansir CNNIndonesia, Rabu (10/2). "Bukan karena Gubernur, bukan karena Dinas Perhubungan, tapi karena pandemi. COVID-19 ini yang bikin DKI tidak macet."
Gilbert mengatakan DKI adalah pusat perekonomian, dimana banyak terjadi mobilitas masyarakat. Ketika pandemi terjadi dan masyarakat enggan untuk keluar rumah, maka otomatis, kata dia, berpengaruh pada tingkat kemacaten. "Karena covid, bukan karena apa-apa, kalau mau dihargai ya Covid yang dihargai," ungkapnya.
Lebih lanjut, ia berpendapat bahwa Jokowi telah paham dengan karakter Anies yang pamer pencapaian itu. "Pak Jokowi sudah lebih dahulu kenal. Kita serahkan penilaian kepada Pak Jokowi. Publik juga tahu lah," tuturnya.
Seperti yang diketahui, Anies menyebutkan jika DKI Jakarta tak lagi masuk ke dalam jajaran kota termacet dunia di tahun 2020. Padahal, Ibu Kota Indonesia itu pernah masuk empat besar kota termacet dunia pada 2017. Lalu menjadi urutan ke-7 di 2018, dan urutan ke-10 pada 2019.
(wk/nidy)