Nestapa Kader Demokrat Peserta KLB Sumut: Dijanjikan Rp100 Juta, Cuma Dibayar Rp5 Juta
demokrat.or.id
Nasional
Isu Kudeta Partai Demokrat

Gerald Piter mengaku berkenan menjadi peserta KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara karena dijanjikan Rp100 juta. Namun nyatanya ia hanya mendapat Rp5 juta.

WowKeren - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat sebagai puncak dari konflik internal di partai tersebut tengah menjadi pembahasan panas. Diketahui KLB menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Demokrat versi mereka, yang tentu saja berbalas "serangan" dari kubu Agus Harimurti Yudhoyono.

Banyak spekulasi beredar soal KLB ini, termasuk dugaan adanya politik uang di dalamnya. Dan sepertinya dugaan itu terbukti lewat pengakuan Gerald Piter, seorang kader Demokrat yang mengikuti KLB tersebut dan mengaku diiming-imingi uang sebesar Rp100 juta jika berkenan hadir.

"Saya ditawari uang Rp100 juta. Kalau tiba di sana dikasih Rp25 juta, sisanya pas sudah selesai acara Rp75 juta," tutur Gerald dalam rekaman video yang ditayangkan di Kantor DPP Demokrat, Jakarta, Senin (8/3).

Menurutnya sosok Vecky Gandey lah yang mengajaknya untuk ikut serta dalam KLB tersebut serta mengiming-iminginya sejumlah besar uang. Menurutnya pula, Vicky merupakan mantan kader Partai Demokrat yang kini telah nonaktif.


"Pada 18 Februari Pak Vecky mengajak saya mengikuti KLB, melalui pesan WhatsApp mengikuti kongres untuk memilih ketua umum yang baru, yang langsung dikatakan adalah Pak Moeldoko," ungkap Gerald, dikutip dari Liputan 6, Selasa (9/3). "Dia katakan kita gerbong sekarang gerbong Pak Moeldoko."

Ajakan Vecky ini pun Gerald sampaikan kepada Ketua DPC Demokrat Kotamobagu Ishak Sugeha, yang akhirnya ditolak oleh yang bersangkutan. Namun pada akhirnya Gerald tetap bertolak ke Deli Serdang demi mendapatkan uang yang dijanjikan kubu Moeldoko.

Mirisnya, ternyata Gerald akhirnya hanya mendapat ongkos sebesar Rp5 juta. Padahal sebagai pengingat, pihak penyelenggara KLB menjanjikan Rp100 juta untuk peserta yang berkenan hadir.

"Nyatanya saya hanya mendapat Rp5 juta, saya bingung ini apa-apaan?" keluh Gerald. "Saat ini saya sadar kalau KLB ini memang ada yang tidak beres mulai dari prosesnya dan segalanya."

Di sisi lain, kubu AHY sudah menyampaikan hingga 5 kontainer berkas dan kesaksian verbal kepada Kementerian Hukum dan HAM terkait ilegalnya KLB di Deli Serdang, Sumut. Sementara kubu Moeldoko sendiri sedianya menyampaikan struktur kepengurusan baru hasil KLB mereka kepada Kemenkumham pada Selasa (9/3) hari ini.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts