Baru-baru ini Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah membicarakan persoalan impor yang dilakukan Indonesia. Ia menilai pemerintah Indonesia harus mengubah paradigma impor menjadi ekspor.
- Wahyu
- Sabtu, 10 April 2021 - 07:28 WIB
WowKeren - Indonesia sampai saat ini diketahui masih sering mengimpor bahan pangan dari negara lain. Padahal, Indonesia merupakan negara subur dengan sumber daya alam yang melimpah. Menurut data dari Badan Statistika Nasional, Indonesia merupakan negara penghasil singkong terbesar kedua di dunia setelah Brasil.
Haedar Nashir selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak dan mendorong pemerintah untuk mulai mengubah paradigma kebiasaan impor menjadi ekspor. Hal itu juga dianggapnya sebagai salah satu bentuk cinta tanah air.
"Bagaimana kita mengubah paradigma sekaligus menghadirkan Jihad Al Muwajahah itu membalik ketagihan terhadap impor itu menjadi virus-virus baru untuk mengekspor," ujar Haedar. "Mungkin kita sudah terlalu lelah bicara apa-apa impor, jadi sampai kapan sih? Nah yang bisa mengakhiri ini sebenarnya adalah negara."
Selain itu, Haedar juga mengatakan bahwa kehadiran wartawan juga berpengaruh dalam mengawal pemerintah Indonesia agar memiliki kebijakan afirmatif yang melindungi produksi pangan, pertanian, dan laut dalam negeri. Selain itu, ia juga menerangkan bahwa dalam setiap mewujudkan bentuk cinta tanah air memerlukan backup dari pemerintah.
"Juga apa pun yang dimiliki Indonesia sebagai wujud cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta negeri NKRI bahwa apa yang kita miliki itu harus menjadi sesuatu yang produktif, distribusinya juga bagus dan semuanya memerlukan backup politik," imbuhnya.
Tak hanya mendorong pemerintah, Haedar juga meminta masyarakat Indonesia agar bisa memberikan sarannya di samping kritikan yang diberikan terhadap kebijakan yang dikeluarkan. Selain itu, ia juga kembali menegaskan jika memang mengaku cinta tanah air, harus bisa lebih mendukung kegiatan ekspor dibanding impor.
"Kalau kita betul cinta Indonesia, cinta Pancasila, cinta NKRI, aku Indonesia, aku Pancasila, aku NKRI, maka baliklah dari ketagihan terhadap serba impor menjadi ketagihan serba ekspor," pungkas Haedar. "Bagaimana caranya? Ya tugas para ahli di pemerintahan dan political willnya."
Sekadar informasi, Riza Azyumaridha Azra selaku Direktur Rumah Mocaf telah berhasil menjual 30 ton tepung per bulan dan akan mengekspor sebanyak 60 ton ke Inggris. Tepung Mocaf sendiri merupakan hasil kolaborasi Majelis Pemberdayaan Masyarakat PP Muhammadiyah dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banjarnegara.
(wk/wahy)