Korlantas Polri Persilakan Warga Mudik Sebelum 6 Mei
Unsplash/Alexander Schimmeck
Nasional
Mudik di Tengah Corona

Kakorlantas Polri Irjen Istiono menjelaskan bahwa larangan mudik tersebut diterapkan pemerintah demi memutus mata rantai penularan virus corona (COVID-19).

WowKeren - Pemerintah telah melarang masyarakat untuk mudik pada periode 6 Mei hingga 17 Mei 2021 mendatang. Meski demikian, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mengaku tidak akan melarang warga untuk mudik sebelum tanggal 6 Mei.

"Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6, ya silakan saja," tutur Kakorlantas Polri Irjen Istiono dalam keterangan tertulis, Kamis (15/4). "Kita perlancar."

Lebih lanjut, Istiono menegaskan bahwa mudik baru dilarang mulai 6 Mei. Ia juga menjelaskan bahwa larangan mudik diterapkan pemerintah demi memutus mata rantai penularan virus corona (COVID-19).

"Setelah tanggal 6, mudik enggak boleh. Kita sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama, kerumunan bersama-sama," tegas Istiono. "Ini akan meningkatkan penyebaran COVID-19, ini harus kita antisipasi."


Korlantas Polri sendiri telah mendirikan 333 titik penyekatan dari Lampung hingga Bali.Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan titik penyekatan mudik tahun lalu.

"Saya pastikan untuk jalur utama, Lampung sampai Bali, kita bangun 333 titik penyekatan. Dan saya pastikan jalur-jalur tersebut sudah kita evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Tahun lalu dibangun sekitar 146 titik, sekarang kita lipat gandakan jadi 333 titik," jelas Istiono. "Itu kita atur yang nanti paling berat adalah di jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Jawa Barat jadi tumpuan yang bangkitan dari Jakarta ini, masalahnya ini semua empat moda transportasi ditiadakan, dibatasi. Hanya izin khusus saja yang bisa. Semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua."

Nantinya, pelanggar larangan mudik Lebaran akan ditindak secara humanis oleh pihak kepolisian. "Operasi Ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan pada 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kita ialah persuasif humanis, hanya memutar balik arah," tutur Istiono.

Meski sudah menyiapkan 333 titik penyekatan, jumlah itu disebut Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan masih bisa bertambah. "Penyekatan itu dinamis. Kalau kira-kira ada yang perlu disekat lagi, ya kita tambah," terang Rudi dihubungi terpisah.

(wk/Bert)

You can share this post!

Related Posts