Kini Alami Trauma, Perawat RS di Palembang Terungkap Sempat Peringatkan Ibu Pasien Sebelum Dianiaya
Nasional

Peringatan yang disampaikan CR (27) rupanya diabaikan oleh ibu pasien. Hal ini kemudian memicu aksi sang suami alias pelaku menganiaya perawat RS Siloam Palembang tersebut.

WowKeren - Christina Remauli tidak menyangka malah akan menjadi korban penganiayaan ketika melaksanakan tugasnya sebagai perawat di RS Siloam Sriwijaya Palembang, Sumatera Selatan. Sebab pada Kamis (15/4) siang ia dianiaya oleh ayah pasien anak yang dirawatnya hingga kini mengakibatkan trauma tersendiri untuknya.

Direktur RS Siloam Sriwijaya Palembang, dr Bona Fernando menyatakan bahwa perawatnya itu sedang mengalami trauma yang cukup hebat. Saat ini Christina juga sedang dirawat untuk menyembuhkan fisiknya yang mengalami sejumlah luka lebam.

"Saat ini perawat tengah kami rawat untuk menyembuhkan bukan hanya fisik tapi juga psikisnya," ujar Bona. "Karena memang beliau (korban) mengalami trauma yang cukup hebat."

"Tapi tadi siang saya sudah bicara dengan perawat paling tidak dia sudah baikan dari kemarin. Kita berdoa, pelan-pelan nanti beliau bisa bekerja kembali seperti biasa merawat pasien lagi," imbuh Bona, dikutip dari Tribun News, Sabtu (17/4).


Saat ini pihak RS Siloam Sriwijaya Palembang juga mengerahkan tim psikolog untuk membantu pemulihan korban. "Dan saya juga berterima kasih sekali banyak support dan dukungan, tak hanya dari internal tapi dari luar juga yang mendukung kami," tutur Bona.

Kasus ini sendiri sudah bergulir ke ranah hukum, dengan sang penganiaya yang tak lain adalah ayah pasien telah ditangkap dan meminta maaf. Dan dari hasil penyelidikan terungkap bahwa Jason Tjakrawinata, sang pelaku, melakukan tindak kekerasannya karena termakan emosi mendengar kabar anaknya mengalami pendarahan ketika dilepas infusnya oleh Christina.

Namun usut punya usut, pendarahan itu sendiri terjadi karena ibu pasien alias istri Jason mengabaikan peringatan Christina. Sebab sebelum Christina melepas jarum infus, ia sudah mengingatkan supaya balita berusia 2,5 tahun itu tidak langsung digendong karena bisa memicu pendarahan.

"'Jangan digendong dulu, Bu, nanti berdarah' kata korban," ujar Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satyaputra, Sabtu (17/4). "Namun setelah infus itu dilepas, istri pelaku malah langsung menggendong anaknya. Saat itulah tangan anak pelaku pendarahan."

Pendarahan itu menjadi alasan istri Jason menghubungi sang suami, yang kemudian berujung pada tindak penganiayaan yang dialami Christina. Kini selain kasus bergulir di ranah hukum, tindakan Jason dan istrinya pun juga menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial.

(wk/elva)

You can share this post!

Related Posts