Asisten Perencanaan dan Anggara (Asrena) KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menanggapi spekulasi bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam usai ditembak kapal asing.
- Bertilia Puteri
- Rabu, 28 April 2021 - 10:20 WIB
WowKeren - Tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di perairan Bali rupanya menimbulkan sejumlah spekulasi. Salah satunya adalah spekulasi bahwa KRI Nanggala-402 tenggelam usai ditembak kapal asing.
Pihak TNI Angkatan Laut lantas buka suara menanggapi spekulasi tersebut. Asisten Perencanaan dan Anggara (Asrena) KSAL Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menegaskan bahwa spekulasi tersebut berlebihan.
"(Ditembak) Kapal asing (yang) lewat ini saya rasa berlebihan," tutur Ali dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (27/4). Menurut Ali, TNI AL banyak mengerahkan kapal perang kala operasi latihan berlangsung, termasuk yang memiliki kemampuan sonar.
Dengan demikian, apabila KRI Nanggala-402 benar-benar meledak ditembak kapal asing, maka suaranya seharusnya tertangkap sonar tersebut. Selain itu, jika memang ada ledakan, maka kondisi air disebutnya akan naik dan dapat dipantau menggunakan mata telanjang.
"Kapal atas air itu mempunyai sonar. Kalau ada ledakan, pasti terdengar oleh sonar," jelas Ali. "Bahkan oleh telinga mata pun bisa terlihat bahwa air itu akan naik ke atas sedikit."
Lebih lanjut, Ali memastikan bahwa tak ada ledakan pada saat kejadian lantaran banyak kapal-kapal yang turut mengamati detik-detik KRI Nanggala-402 hilang kontak. "Jadi tidak ada ledakan pada saat kejadian. Itu dari pengamatan kapal-kapal yang ikut latihan bersama KRI Nanggala kemarin," tegas Ali.
Di sisi lain, pihak TNI terus mencari puing-puing KRI Nanggala-402 serta tengah mengupayakan evakuasi kapal selam itu dari kedalaman 838 meter di bawah permukaan laut. Remote Operation Vehicle (ROV) milik kapal penyelamat kapal selam Singapura, MV Swift Rescue, bahkan telah berhasil menemukan amunisi torpedo KRI Nanggala-402.
Ali juga menegaskan bahwa petugas terus berusaha melakukan evakuasi. Hanya saja evakuasi ini akan dilakukan bertahap karena ROV hanya mampu mengangkat beban sekitar 150 kilogram.
"Itu nanti akan diupdate terus dan sebisa mungkin kita akan mengangkat bagian per bagian kecil," terang Ali. "Karena kemampuan ROV itu mengangkat hanya 150 kilogram."
(wk/Bert)