Dirut Bulog Beber Impor Daging Dari India Untuk Penuhi Kebutuhan Lebaran, Aman?
bulog.co.id
Nasional
Ramadhan 2021

Kebutuhan komoditas utama seperti daging dan beras saat Ramadan dan Idul Fitri selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Dirut Bulog memastikan kedua komoditas utama tersebut terpenuhi.

WowKeren - Belakangan, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengungkapkan bahwa harga daging sapi di pasaran saat ini sedang mengalami kenaikan di kisaran Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu. Namun hal tersebut diakuinya wajar karena saat ini telah masuk momen lebaran dan sebentar lagi sudah Idul Fitri.

Untuk memenuhi kebutuhan daging saat Ramadan dan lebaran nanti, Bulog mengambil daging sapi dari dalam negeri. Daging-daging tersebut diambil dari peternak yang sudah mengembangkannya sejak beberapa waktu lalu. Sedangkan untuk daging kerbau, Bulog mengimpornya dari India.

Sejauh ini, Buwas sapaan akrab Dirut Bulog mengatakan bahwa total stok daging kerbau mencapai 13 ribu ton. "Stok itu cukup untuk memenuhi kebutuhan daging selama Ramadan dan lebaran ini, karena kita juga batasi pembelinya, maksimal 2 kg, jadi benar-benar untuk kebutuhan masyarakat, tidak boleh ada pihak ketiga," ungkap Buwas di kantornya, Senin (26/4).


Sementara itu, hadirnya daging yang berasal dari India tentu saja membawa kekhawatiran tersendiri. Mengingat saat ini India tengah mengalami "tsunami" COVID-19. Sadar akan hal itu, Buwas menjelaskan bahwa daging tersebut diimpor jauh sebelum adanya "tsunami" COVID-19 di India. "Ini dibawa sebelum kasus COVID-19 meledak di India, jadi sebelum ada kasus itu sudah tiba di sini, jadi aman," jelas Buwas.

Lebih lanjut, demi meminimalisir penyebaran COVID-19 dan menghindari citra buruk untuk komoditas asal India, Bulog lebih memilih untuk menahan pembelian yang telah menjadi kontrak sejak lama. Bahkan total stoknya jauh lebih besar dua kali lipat dari yang sekarang.

"Kita kontrak 26 ribu ton, tapi kita hold karena situasi COVID-19 di India yang sudah demikian," imbuhnya. "Rencana sebenarnya mau datang juga Mei-Juni, tapi sementara kita hold, jangan sampai image-nya produk tersebut membawa COVID-19, kita nggak gitu lah demi mengejar keuntungan."

Sedangkan untuk persediaan beras, Buwas yakin stoknya lebih dari cukup saat ini. Stok beras Indonesia di Bulog sudah mencapai jutaan dan cukup untuk beberapa waktu mendatang. "Sampai hari ini kita sudah menyerap beras itu 438 ribu ton, ini masih berjalan sampai akhir Mei, kalau sekarang beras sudah 1,2 juta ton, maka Mei itu bisa sampai 1,5 juta ton," tandas Buwas.

(wk/wahy)

You can share this post!

Related Posts