Kenaikan kasus COVID-19 di Kudus, Jawa Tengah membuat sejumlah rumah sakit kewalahan menangani pasiennya. Maka dari itu, Dinkes merujuk pasien COVID-19 ke RS di luar Kabupaten.
- Tiara Yola Ade Ramadhanti
- Kamis, 03 Juni 2021 - 16:03 WIB
WowKeren - Belakangan, sejumlah wilayah di Indonesia mengalami kenaikan kasus COVID-19, terlebih pascalebaran 2021. Salah satu wilayah yang mengalami lonjakan kasus COVID-19 cukup tinggi adalah Kudus, Jawa Tengah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Nasiban mengungkapkan bahwa hampir semua tempat tidur rumah sakit di wilayah tersebut penuh. Hal ini dikarenakan jumlah pasien COVID-19 yang membludak usai lebaran 2021.
Nasiban mengatakan kenaikan tersebut membuat pasien COVID-19 di rumah sakit Kudus akhirnya dirujuk ke luar kabupaten yakni Semarang dan Salatiga. Ia menyebut keputusan itu di ambil oleh Pemerintah Kota/Provinsi melalui koordinasi dengan pemerintah pusat.
"Yang masalah kapasitas RS yang sudah penuh, maka kita mengandalkan rujukan ke Semarang dan Salatiga," tutur Nasiban saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (3/6).
Meski demikian, Nasiban tidak memberikan secara rinci total pasien COVID-19 yang di rujuk ke rumah sakit Semarang dan Salatiga. Berdasarkan data yang didapatnya, persentase penggunaan tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rata-rata berada di atas 70 persen.
Nasiban menuturkan dua rumah sakit di Kudus yakni RS Islam Sunan Kudus dan RS Nurussyfa mencatat tingkat keterisian tempat tidur atau BOR mencapai 100 persen. Adapun RS Kumala Siwi Mijen mengalami tingkat keterisian tempat tidur atau BOR yang mencapai hingga 103 persen dan melebihi kapasitas. Maka dari itu, Dinkes Kudus menambah kapasitas tempat tidur sebanyak 58 dari tujuh RS yang ada.
Sementara itu, kapasitas tempat tidur ruang ICU di tiga rumah sakit pun mencapai hingga 100 persen. Adapun ketiga RS itu adalah RS Mardi Rahayu, RS Kumala Siwi Mijen dan RS Aisyiyah Kudus. Oleh sebab itu, Dinkes Kudus menambah 4 tempat tidur untuk ruang ICU.
Nasiban mengatakan penambahan tempat tidur itu berimbas pada tenaga kesehatan (nakes) yang kewalahan dalam menangani pasien COVID-19. Sehingga, Dinkes Kudus pun mengusulkan pemerintah pusat untuk menambah nakes. "Karena dituntut untuk menambah kapasitas, makanya kita mengusulkan tambahan tenaga dari pusat," tandas Nasiban.
(wk/tiar)