Rektor Universitas Pertahanan, Laksamana Madya TNI Amarullah Octavian menyebut Megawati Soekarnoputri adalah putri bangsa yang telah membuktikan keberhasilannya.
- Bertilia Puteri
- Jumat, 11 Juni 2021 - 15:48 WIB
WowKeren - Universitas Pertahanan (Unhan) resmi memberikan gelar profesor kehormatan dengan status guru besar tidak tetap kepada Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Putri Presiden Soekarno tersebut menerima gelar profesor di Kampus Unhan, Sentul, Bogor, pada Jumat (11/6) hari ini.
"Terhitung mulai tanggal 1 Juni 2021 diangkat dalam jabatan profesor dalam ilmu kepemimpinn strategi. Ditetapkan di Jakarta pada tanggal 20 Mei 2021 Mendikbudristek RI Nadiem Anwar Makarim," ujar Sekretaris Senat Akademik Unhan.
Ucapan selamat kepada Megawati pun masuk dalam jajaran trending topic Twitter Indonesia. Selain itu, tagar #MegawatiPemimpinStratejik yang merujuk pada ilmu kepemimpinan strategi pun turut menjadi trending topic.
"Secara historis kepemimpinan Megawati telah berhasil beri dasar hukum bagi sistem pendidikan nasional. #MegawatiPemimpinStratejik Selamat Prof Megawati," komentar akun @ca***ik. "Sungguh perempuan luar biasa dengan talenta yang luar biasa. Selamat Prof Megawati," timpal akun @ny***36.
"Saya merasakan kesabaran dan kegigihan presiden Megawati untuk memelihara martabat Indonesia di depan CGI, IMF dan bank dunia. Selamat Prof Megawati," tulis akun @me***34. "Teruslah menginspirasi bangsa Indonesia. Selamat Prof Megawati," tambah akun @De***zz.
Di sisi lain, Rektor Unhan, Laksamana Madya TNI Amarullah Octavian menyebut Megawati sebagai putri bangsa yang telah membuktikan keberhasilannya. Hal ini tampak dari jabatan Megawati sebagai Wakil Presiden RI periode 1999-2002 dan Presiden RI periode 2002-2004.
Menurut Amarullah, Megawati telah sukses mengatasi sejumlah konflik multi-dimensi yang ada di Indonesia pasca reformasi. Amarullah juga menyinggung fakta bahwa Megawati adalah putri Presiden pertama RI yang kemudian turut menjadi Presiden.
"Unhan RI mencatat keberhasilan Megawati saat di pemerintahan dalam menuntaskan konflik sosial seperti penyelesaian konflik Ambon, penyelesaian konflik Poso, pemulihan pariwisata pasca bom Bali, dan penanganan permasalahan TKI di Malaysia," ujarnya.
(wk/Bert)