Alasan Kematian 2 Warga Di Riau Usai Vaksinasi Sinovac Akhirnya Terungkap
Twitter/KemenkesRI
Nasional

Belakangan, mencuat kabar terkait meninggalnya dua orang warga Riau yang diduga akibat dari vaksinasi Sinovac. Akan tetapi, kini terungkap penyebab kematian dari kedua warga itu.

WowKeren - Beberapa waktu yang lalu, tersiar kabar ada dua warga Riau yang meninggal dunia usai melaksanakan vaksinasi Sinovac. Adapun warga tersebut berasal dari Indragiri Hulu dan Rokan Hulu, Riau. Keduanya diketahui sempat mengeluhkan demam dan kejang-kejang setelah divaksin Sinovac.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Komisi Daerah (Komda) Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Provinsi Riau, dr Ligat Pribadi pada Kamis (17/6) kemarin. Hal ini disampaikan oleh Ligat berdasarkan dari hasil temuan awal kasus meninggalnya kedua pasien pasca divaksin COVID-19.

"Setelah divaksin, seperti biasa mereka kan diminta 30 menit, setelah itu baru diperbolehkan pulang, setelah pulang pasien ini tidak ada keluhan," tutur Ligat. "Kemudian, satu minggu setelah divaksin, pasien ini datang ke Puskesmas mengeluhkan sakit demam, meriang dan kejang."

Melihat kondisi pasien yang seperti itu, kemudian langsung dilakukan perawatan dan observasi oleh tim medis. Berdasarkan dari hasil observasi tim medis, pasien tersebut ternyata mengidap kadar gula yang tinggi.

Kemudian, pasien diperiksa lebih lanjut oleh beberapa dokter spesialis di rumah sakit daerah, namun tidak ditemukan adanya hal-hal yang berkaitan dengan KIPI. "Jadi pasien ini memang hipertensi, dan hipertropi pada jantungnya, setelah dilakukan scaning kepala tidak ditemukan ada kelainan, kemudian dirawat lagi beberapa hari, akhirnya meninggal," jelas Ligat.


Berdasarkan dari hasil pemeriksaan dan observasi tim medis, maka dapat disimpulkan bahwa kedua pasien itu bukan meninggal akibat dari vaksin COVID-19 Sinovac. Melainkan dikarenakan penyakit bawaan atau komorbid yang selama ini sudah diderita oleh pasien tersebut.

Sementara untuk pasien yang di Rokan Hulu, mengalami gejala dua hari usai divaksinasi Sinovac. Pasien tersebut datang ke Puskesmas dengan keluhan meriang dan demam.

Kemudian pasien tersebut dirujuk ke rumah sakit swasta, dilakukan scaning, termasuk rontgen dan pemeriksaan darah. Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut, pasien tersebut diketahui menderita lekositosis. Sedangkan hasil rontgen torak atau badannya ada infeksi di paru-paru.

Setelah diketahui ada infeksi di paru-parunya, pasien disarankan untuk dirawat transit dan juga dilakukan pemeriksaan swab PCR. Akan tetapi pasien menolak dan meminta untuk pulang. Beberapa hari setelah pulang, pasien kembali ke rumah sakit, namun kondisinya sudah memburuk dan akhirnya meninggal dunia.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir menegaskan bahwa keduanya meninggal dikarenakan penyakit yang dideritanya, bukan karena vaksinasi Sinovac. "Iya betul, ada dua kasus KIPI yang meninggal dunia, tetapi itu bukan karena vaksin, tetapi karena penyakit yang dideritanya," terang Mimi, Kamis (17/6).

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts