Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng lantas mengungkapkan reaksi SBY kala mengetahui dirinya muncul dalam film Hollywood berjudul 'The Tomorrow War'.
- Bertilia Puteri
- Senin, 19 Juli 2021 - 17:32 WIB
WowKeren - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY muncul dalam sebuah film Hollywood yang berjudul "The Tomorrow War". Adegan tersebut rupanya diambil pada momen pertemuan SBY dengan Gordon Brown yang kala itu menjadi Perdana Menteri Inggris pada 31 Maret 2009.
Dalam narasi film yang dibintangi Chris Pratt tersebut, pertemuan SBY dan Gordon diceritakan terjadi pada tahun 2022. Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng lantas mengungkapkan reaksi SBY kala mengetahui dirinya muncul dalam film Hollywood.
"Senyum-senyum saja. Beliau senyum-senyum saja," ungkap Andi, Senin (19/7).
Menurut Andi, SBY memang awalnya sempat kaget. Pasalnya, sebelumnya tidak ada pemberitahuan jika cuplikan video SBY akan ditampilkan dalam film tersebut.
"Yang tahu duluan anak saya karena dia yang nonton duluan. Pak SBY sendiri enggak tahu malah. Kaget-kaget saja kita semua," papar Andi. "Kalau Pak SBY sendiri enggak ngerti fotonya saja digunakan."
Andi pun menduga pihak sutradara film tersebut terkesan dengan sosok SBY kala menjadi pemimpin negara. Namun Andi meminta agar pihak lain tak "baper" alias terbawa perasaan atas kemunculan SBY di film fiksi tersebut.
"Mungkin dia (sutradara) terkesan dengan sosok SBY sebagai tokoh dunia yang datang dari negara Asia dan mungkin itu yang ada di benak sutradara. Tanpa mengecilkan siapa pun yang jadi presiden sekarang ini," ungkap Andi. "Suka-suka sutradara dan ini kan fiksi jadi enggak perlu ada yang baper. Ini fiksi kok, enggak usah masukin di hati."
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menyebut kemunculan cuplikan SBY di film tersebut merupakan sebuah kebanggaan. Menurutnya, hal tersebut merupakan pengakuan bahwa SBY telah berperan aktif dalam mempromosikan perdamaian dunia.
"Tentunya ini hal yang baik, patut membuat kita bangga dan bersyukur," kata Herzaky. "Dalam scene yang ditampilkan, sosok beliau muncul sebagai salah satu pemimpin negara di dunia yang bersepakat dengan pemimpin-pemimpin dunia lainnya dalam usaha menyelamatkan dunia. Di sini sebagai salah satu bentuk pengakuan kepada Indonesia, khususnya kepada Bapak Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono, sebagai salah satu pemimpin di dunia yang ketika menjabat ikut berperan aktif dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian maupun ketertiban dunia."
(wk/Bert)