Usai Sempat Menipis, Pemerintah Telah Distribusikan 85 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Ke 34 Provinsi
Pixabay/ilustrasi
Nasional
Vaksin COVID-19

Indonesia saat ini tengah gencar-gencarnya melakukan percepatan vaksinasi COVID-19 untuk bisa segera mencapai kekebalan komunal atau herd immunity. Pemerintah pun terus berupaya untuk memenuhi pasokan vaksin di Indonesia.

WowKeren - Percepatan vaksinasi COVID-19 hingga saat ini masih terus dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai bentuk upaya untuk menangani pandemi agar bisa segera berakhir.

Kendati demikian, pemerintah terus berupaya keras untuk bisa memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19 bagi masyarakat Indonesia. Seperti yang diketahui, stok vaksin COVID-19 di sejumlah daerah Indonesia sempat menipis.

Akan tetapi kini, pemerintah pusat telah kembali mendistribusikan vaksin COVID-19 ke 34 provinsi di Indonesia. Adapun total vaksin yang telah didistribusikan yakni 85 juta dosis. Dalam pendistribusian ini yang bertanggungjawab adalah Bio Farma.

"Dalam proses pendistribusian, Bio Farma memiliki tanggung jawab untuk pelaksanaan distribusi vaksin sejak dari Bio Farma, hingga ke kabupaten/kota," tutur Sekretaris sekaligus Juru Bicara (Jubir) Bio Farma Bambang Heriyanto dalam keterangan tertulis, Jumat (30/7). "Pelaksanaan distribusi tersebut tentu akan berdasarkan pada alokasi dan permintaan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes)."


Bambang menjelaskan rincian vaksin yang didistribusikan ke 34 provinsi yakni sebanyak 2,1 juta vaksin AstraZeneca dikirimkan pada 26 Juli lalu. Kemudian, sebanyak 1,6 juta dosis vaksin AstraZeneca dan Moderna kembali disebarkan pada 28 Juli 2021. Adapun vaksin tersebut terdiri dari 300 ribu dosis vaksin AtraZeneca dan 1,3 juta dosis vaksin Moderna.

Selanjutnya, pada 29 Juli, Bio Farma kembali mendistribusikan sebanyak 3,2 juta dosis vaksin yang terdiri atas 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, 1,9 juta dosis vaksin Covid-19, dan 47.400 dosis vaksin Moderna. "Terdiri atas 1,2 juta dosis vaksin AstraZeneca, 1,9 juta dosis vaksin COVID-19, dan 47.400 dosis vaksin Moderna," imbuhnya.

Bambang mengatakan bahwa total vaksin yang sudah terdistribusikan adalah 85 juta dosis terdiri dari Coronavac 3 juta dosis, 67,7 dosis COVID-19 Bio Farma, dan AstraZeneca 12,8 juta dosis. Ia memastikan bahwa pendistribusian vaksin akan terus dilakukan dan berjalan.

Selain itu, Bambang juga mengatakan bahwa Bio Farma berkomitmen untuk menjaga keamanan persediaan vaksin COVID-19 di Indonesia. Lantas ia menyebut bahwa Indonesia telah mengamankan sebanyak 173,1 juta dosis vaksin COVID-19.

(wk/tiar)

You can share this post!

Related Posts